Aset Fantastis, Persaingan Panas! Top BUMD Awards 2026 Ungkap Raja-Raja Baru BUMD Indonesia

foto: istimewa

Pasardana.id – Pada Senin (13/4) di Jakarta, Majalah TopBusiness mengelar ajang Penghargaan Top BUMD Awards 2026.

Kali ini, di ajang tahunan yang telah digelar sejak tahun 2016 tersebut, berkolaborasi dengan sejumlah lembaga/pakar, antara lain Institut Otonomi Daerah (I-Otda).

 

“BUMD harus menjadi pemain utama ekonomi dan layanan publik di daerah. BUMD harus menjadi kebanggaan daerah dan bangsa. Selama satu dekade terakhir, kegiatan Top BUMD Awards ini tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran, berbagi praktik terbaik,dan mendorong transformasi nyata di tubuh BUMD. Karena kami meyakini, BUMD yang hebat tidak lahir dari kompetisi semata, tetapi dari kemauan untuk terus belajar, berbenah, dan bertransformasi. Karena itu, Top BUMD Awards hadir bukan sekadar untuk memberi penghargaan,” kata Ketua Penyelenggara Top BUMD Awards 2026, M. Lutfi Handayani, yang juga Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness itu, seperti dilansir dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4).

Adapun sejumlah nama pemenang penghargaan Top BUMD Awards 2026 adalah: Perumdam Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang; PT Mitra Patriot (Perseroda) Kota Bekasi; Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi; RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan; Bank Kalteng; Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat; PDAM Kabupaten Kotabaru.

Selanjutnya, ada Bank Kalsel; PT Tirta Asasta Depok (Perseroda); Perumdanm Danum Benuanta Bulungan; Perumdam Tirta Uli Pematangsiantar; Perumdam Mojopahit Mojokerto; Perumda Delta Tirta Sidoarjo; UPT RSUD Tenriawaru Kabupaten Bone.

Berikutnya Adalah; RSUD Ajibarang Banyumas; PT Jamkrida Kalimantan Timur; Perumdam Tirta Taka Kabupaten Nunukan; Perumdam Apa' Mening Malinau; Perumdam Tirta Muaro Kabupaten Tebo; Perumdam Tirta Lamandau; BPR Bank Daerah Lamongan (Perseroda); Perumdam Pancuraji Sanggau; Perumdam Tirta Mentaya Kotawaringin Timur; Perumdam Tirta Merapi Kabupaten Klaten; PT BPR Rokan Hilir (Perseroda).

Diketahui, Top BUMD Awards 2026 diikuti oleh 248 BUMD/BLUD terbaik di Indonesia, meningkat 4,2% dibandingkan tahun 2025 yang lalu.

Dari jumlah tersebut, ada 218 BUMD yang berhasil mengikuti proses penilaian secara lengkap.

“Kami tidak berhenti pada penilaian. Kami menghadirkan ‘Nilai Tambah’, yang membuat tiap peserta mendapatkan masukan langsung dari Dewan Juri, sebagai panduan konkret untuk meningkatkan kinerja ke depan,” kata Lutfi lebih lanjut.

Aset Besar

Sebagai pembicara kunci (keynote speaker) di acara puncak tersebut, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri RI, Yusharto Huntoyungo, menyampaikan, saat ini total aset BUMD se-Indonesia senilai Rp1.240 triliun.

“Aset BUMD yang besar itu, tentu akan berpotensi besar bila disertai dengan inovasi yang intensif,” jelasnya.

“BUMD setidaknya harus bisa mencapai level full cost recovery sekali pun profitnya mungkin tak sebesar perusahaan swasta. BUMD pun sejatinya perlu penguatan modal dasar,” kata Yusharto lagi.

Lebih lanjut ia pun mengatakan, bahwa dengan aset ribuan triliun Rupiah out, BUMD perlu banyak dukungan penuh.

Satu bentuk itu adalah dukungan memadai berbentuk payung hukum nan memadai.

“Kini kita sudah punya payung hukum memadai untuk BUMD. Maka, selanjutnya, kita perlu menyusun langkah-langkah strategis untuk BUMD. Pemangku kepentingan pun perlu disertakan dalam hal ini,” bebernya lagi.

Sementara itu, dalam sambutannya di acara puncak itu, Ketua Dewan Juri Top BUMD Awards 2026, Prof. Dr. Djohermansyah Djohan, M.A., menjelaskan bahwa tema tahun ini adalah: Inovasi BUMD dalam Pembangunan Berkelanjutan.

Tema ini menegaskan bahwa BUMD tidak lagi cukup hanya berorientasi pada profit, tetapi harus menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing tinggi, selaras dengan prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).

“Atas nama Dewan Juri, kami menyampaikan bahwa proses penilaian dilakukan secara objektif dan independen, melalui tahapan evaluasi kinerja, dokumen, serta wawancara penjurian yang mendalam,” kata Djohermansyah.