ANALIS MARKET (30/7/2020) : Pasar Obligasi Diperkirakan Bergerak Bervariasi Dengan Rentang Pergerakan 40 – 65 Bps

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi ternyata masih memiliki kehidupan meskipun rentang pergerakan memang sudah sangat terbatas.

Keterbatasan ini memang tidak lain dan tidak bukan memang dikarenakan adanya pertemuan FOMC meeting yang dilaksanakan hari ini, sehingga tentu pelaku pasar dan investor menanti keterangan lebih lanjut tentang bagaimana The Fed memandang perekonomian dan kebijakan apa yang akan diterapkan.

Tentu sebagai negara berkembang kita akan mengikuti kiblat kita, yaitu Bank Sentral Amerika sebagai acuan.

Sejauh ini kami melihat potensi kesempatan pasar obligasi untuk mengalami kenaikkan masih cukup terbuka, meskipun tidak sebesarnya sebelumnya. Ketidakpastian yang tinggi membuat pelaku pasar dan investor masih menahan diri meskipun asing mulai masuk ke dalam pasar obligasi namun dalam jumlah yang terbatas.

Menjelang libur panjang, kami melihat pasar tidak akan bereaksi terlalu banyak, apalagi data perekonomian yang dinantikan yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi Amerika dan Eropa akan menjadi salah satu data yang ditunggu pekan ini pada hari Jumat mendatang.

Sikap pasar menerima atau tidak, nantinya akan terlihat besok terhadap data pertumbuhan ekonomi yang kami perkirakan mengalami kontraksi yang cukup dalam.

Pertanyaannya adalah, ditengah data perekonomian yang sudah dapat dipastikan mengalami penurunan terkait dengan data pertumbuhan ekonomi, apakah nanti akan ada issue yang mampu menahan penurunan pasar akibat data tersebut?

Kalau kita mundur kebelakang, ketika data pertumbuhan ekonomi Amerika dan Eropa yang diproyeksi mengalami penurunan kala itu pasar bereaksi positif, pasalnya waktu itu sebelum berita pertumbuhan ekonomi keluar, pasar diberikan hadiah dengan adanya vaksin dari Moderna yang membuat pasar gegap gempita kala itu.

Namun karena sentiment tersebut tidak kuat, maka 1 minggu kemudian pasar mengalami penurunan meskipun tidak banyak karena sudah dikompensasi dengan kenaikkan sebelumnya.

Apakah kuartal kedua kali ini akan bernasib sama? Well, mari kita saksikan drama covid pekan ini.

“Pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan rentang pergerakan 40 – 65 bps,” jelas analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Kamis (30/7/2020).

Adapun cerita di akhir pekan ini akan kita awali dari;

1.I DO IT FOR YOU

Sama seperti judul lagi yang super romantis, kali ini lagu tersebut dinyanyikan oleh The Fed untuk kita semua. Seperti yang sudah kita duga memang The Fed tidak akan mengubah tingkat suku bunganya, namun perkara pernyataan yang disampaikan oleh The Fed tentu menenangkan pasar, menenangkan hati kami juga sih. The Fed mengatakan bahwa dirinya berjanji akan menggunakan semua tools yang ada untuk mendukung pemulihan perekonomian dari perlambatan ekonomi yang mungkin dapat dikatakan berada dalam fase paling parah dalam sejarah. Powell mengatakan bahwa ke depannya ketidakpastian terhadap perekonomian masih sangat tinggi, dan keberhasilan pemulihan perekonomian tergantung dengan bagaimana kita menjaga virus agar tetap terkendali. Powell mengatakan bahwa masih banyak hal yang akan terjadi terkait dengan dampak yang sudah diberikan oleh virus corona terhadap perekonomian. Pembukaan perekonomian memang masih berjalan cukup baik, dan banyak orang yang sudah bekerja, meskipun dalam kegiatan perekonomian yang mengumpulkan orang banyak masih belum dapat terjadi karena masih membutuhkan waktu yang lebih lama. Powell mengatakan bahwa tidak semua sector perekonomian melemah, sector perumahan masih memberikan titik terang. Namun secara kecepatan pemulihan perekonomian, hal tersebut masih menunjukkan perlambatan. The Fed juga mengatakan bahwa prospek perekonomian dalam jangka waktu menengah masih dalam situasi dan kondisi yang tidak pasti, dan tingkat suku bunga masih akan ditahan mendekati nol untuk mendukung pemulihan perekonomian. Kami melihat focus utama dari tujuan The Fed adalah mencapai jumlah pekerja maksimum serta stabilitas harga. 2 kunci ini akan memegang peranan penting saat ini untuk menjaga akselerasi pemulihan perekonomian. Powell mengatakan bahwa pemulihan perekonomian masih membutuhkan dukungan baik dari kebijakan moneter maupun fiscal, itu artinya bahwa pertemuan antara anggota parlemen terkait dengan negosiasi mengenai stimulus yang hampir habis pada bulan July menjadi salah satu perhatian Powell, karena tidak mungkin apabila hanya mengandalkan kebijakan moneter. The Fed masih akan terus melakukan pembelian US Treasury dan beberapa efek lainnya yang termasuk hipotek setidaknya dalam porsi yang sama hingga saat ini dalam kurun waktu beberapa bulan mendatang. Dalam hal likuiditas Dollar, The Fed juga mengatakan bahwa mereka akan terus memperpanjang aktivitas swap dollar dan fasilitas pembelian kembali untuk otoritas moneter asing dan internasional hingga Maret 2021. Apa yang dilakukan oleh The Fed merupakan salah satu cara untuk menangkan para pelaku pasar, namun kekhawatiran terkait wabah virus corona masih menjadi sesuatu yang menakutkan untuk dinantikan. Sejauh ini investor masih tetap optimis meskipun ada tanda tanda mulai melemahnya perekonomian kembali yang terjadi. Yang membuat optimis adalah bahwa adanya harapan akan vaksin yang diharapkan tentu akan segera tiba. Namun yang menarik adalah, bahwa tampaknya Powell tidak begitu berharap dengan apa yang terjadi dengan perkembangan vaksin, meskipun itu membantu perekonomian untuk bisa pulih dalam artian dapat membantu tingkat akselerasi pemulihan ekonomi. Powell mengatakan bahwa The Fed akan selalu melakukan dan berharap yang terbaik, namun juga selalu merencanakan untuk sesuatu yang terburuk. Oh, so sweet, tentu ini yang membuat pasar semakin yakin bahwa kehadiran The Fed tidak hanya sebatas menunjukkan bahwa dirinya hadir, namun juga dapat dirasakan oleh pasar. Inilah yang terpenting, karena mampu menjaga rasa optimis untuk menopang apa yang dinamakan ekspektasi dan harapan. Fokus selanjutnya adalah menanti kehadiran data pertumbuhan perekonomian yang diperkirakan akan mengalami kontraksi yang dalam. Apakah yang dilakukan The Fed hari ini mampu mengkompensasi rasa kekhawatiran pasar?

2.SEBUAH DUKUNGAN, SEBUAH HARAPAN

Pemerintah terus berusaha untuk melakukan pemulihan ekonomi dalam negeri, kali ini datang dengan program penjaminan pemerintah untuk kredit modal kerja kepada sektor korporasi. Dukungan tersebut di sampaikan oleh menteri keuangan saat Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman Program Penjaminan Kredit Korporasi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan kepada sektor korporasi mengenai skema program penjaminan kredit modal kerja oleh pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan menyampaikan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) akan berkontribusi dalam skema penjaminan modal kerja yang diberikan perbankan kepada pelaku usaha korporasi padat karya. Langkah ini dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi, karena tanpa dukungan sektor korporasi tidak mungkin ekonomi akan pulih. Dengan adanya program tersebut diharapkan akan keberlangsungan sektor korporasi sehingga dapat mendukung program pemulihan ekonomi di saat tekanan pandemic corona yang melumpuhkan perekomian.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami merekomendasikan wait and see terkait dengan pergerakan hari ini dengan potensi beli. Kenaikkan kekhawatiran akan membuat pelaku pasar akan memilih obligasi sebagai alternatif investasi,” sebut analis Pilarmas.