BEI Beri Penjelasan Terkait Kebijakan Perubahan Batasan Auto Rejection

Foto : Ilustrasi (Pasardana.id)

Pasardana.id - Terkait Kebijakan Perubahan Batasan Auto Rejection atas perdagangan saham di Bursa, Manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan penjelasan dan perlu menegaskan bahwa ketentuan Auto Rejection atas Efek lainnya yang tidak memengaruhi IHSG, tetap mengacu pada Peraturan masing-masing yang berlaku.

Hal itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono dalam siaran pers, Jumat (13/3) menindaklanjuti perubahan batasan Auto Rejection sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00025/BEI/03-2020 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

"Perlu disampaikan bahwa kebijakan perubahan batasan Auto Rejection tersebut dilakukan untuk mengurangi tekanan terhadap pasar modal Indonesia dan mencegah terjadinya penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih lanjut," tulis Yulianto.

Adapun saham yang mempengaruhi perhitungan IHSG adalah saham yang diatur dalam Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

Dengan demikian, kebijakan perubahan batasan Auto Rejection hanya terbatas untuk saham yang mempengaruhi perhitungan IHSG.

Sehubungan dengan hal tersebut, BEI perlu menegaskan bahwa ketentuan Auto Rejection atas Efek lainnya yang tidak memengaruhi IHSG (saham pada Papan Akselerasi, Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dan waran tetap mengacu pada Peraturan masing-masing yang berlaku.

Untuk informasi selengkapnya dapat dilihat di website www.idx.co.id > Peraturan > Peraturan Perdagangan.