Pelaksanaan Auto Rejection Simetris Tunggu Lampu Hijau OJK

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera melayangkan surat permintaan persetujuan pemberlakukan auto rejection simetris kepada Otoritas Jasa Keuangan. Setelah mendapatkan lampu hijau, maka aturan itu akan segera berlaku.

Menurut Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Hamdi Hassyarbaini, bahwa rancangan keputusan Direksi BEI nomor Kep-00096/BEI/08-2015 tentang Perubahan Batasan Auto Rejection, telah ia tanda tangani dan akan segera dikirimkan kepada OJK.

"Kemarin sudah saya tandatangani untuk diajukan ke OJK," ujar dia di gedung BEI, Jakarta, Jumat (9/9/2016).

Pengajuan keputusan Direksi itu guna mendapatkan persetujuan OJK selaku regulator pasar modal. Selanjutnya, lanjut dia, OJK akan mempertimbangkan beberapa indikator yang memungkinkan pemberlakuan auto rejection simetris.

"Misalnya kondisi pasar, tahun lalu saat diberlakukan auto rejection asimetris karena IHSG anjlok dalam," terang dia.

Sedangkan kondisi saat ini, tergolong membaik walaupun dalam beberapa hari ini IHSG masuk zona merah dan asing beberapa kali tercatat jual bersih. Namun penurunan IHSG dinilai tidak terlalu signifikan.

"Memang beberapa kali merah tapi tidak dalam," ujar dia.

Untuk diketahui, Auto Rejection adalah penolakan secara otomatis oleh JATS terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli Efek Bersifat Ekuitas yang dimasukkan ke JATS akibat dilampauinya batasan harga atau jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang ditetapkan oleh Bursa.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi BEI nomor Keo-00096/BEI/08-2015 tentang Perubahan Batasan Auto Rejection, yang mengatur Auto Rejection untuk rentang harga antara Rp50 sampai dengan Rp200, maka batas atas yang diterapkan ialah 35% dan 10% untuk batas bawah.

Rentang harga antara Rp200 sampai dengan Rp5.000 maka batas atas yang diterapkan ialah 25% dan 10% untuk batas bawah, dan rentang harga di atas Rp5.000 maka batas atas yang diterapkan ialah 20% dan 10% untuk batas bawah.

Sementara jika auto rejection simeteris maka untuk rentang harga antara Rp50 sampai dengan Rp200, maka batas atas yang diterapkan ialah 35% dan 35% untuk batas bawah.

Rentang harga antara Rp200 sampai dengan Rp5.000 maka batas atas yang diterapkan ialah 25% dan 25% untuk batas bawah, dan rentang harga di atas Rp5.000 maka batas atas yang diterapkan ialah 20% dan 20% untuk batas bawah.