Penolakan Penawaran Simetris Segera Berlaku

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Kondisi pasar modal mulai stabil dan bergairah kembali, sehingga Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mencabut peraturan dalam memitigasi gejolak pasar karena dampak Pandemi Covid-19.

Apalagi beberapa indikator pasar telah menunjukan sinyal positif, misalnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah berada di zona 6.000-an, nilai transaksi harian mencapai Rp21 triliun.

Salah satu peraturan perdagangan mitigasi pademi Covid-19 yang akan dikembalikan seperti keadaan normal adalah terkait penolakan penawaran jual beli  atau rejection asimetris menjadi auto rejection simeteris.  

“Masih dalam diskusi,” jawab Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono Widodo ketikan ditanya rencana penerapan auto rejection simetris, Kamis(14/1/2021).

Jika auto rejection simeteris berlaku, maka besaran persentasi auto rejection bawah sama dengan auto rejecetion atas. Yakni, fraksi harga Rp50 hingga Rp200 paling besar 35 persen, sedangkan saham dengan fraksi harga Rp200 hingga Rp5.000 dengan batasan paling besar 25 persen.

Adapun saham dengan fraksi harga saham lebih dari Rp5.000, penawaran jual dan beli paling besar 20 persen.

Sebelumnya, BEI telah mengeluarkan daftar saham yang dapat ditransaksikan secara marjin dan short selling atau jual kosong yang berlaku mulai Februari 2021.

Short Selling selama tidak ‘naked’ dibolehkan lagi di Februari 2021,” kata Laksono.