mentan andi amran sulaiman|banjir sumatra|Rehabilitasi Sawah
Oleh: Ronal

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id Progres rehabilitasi sawah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatra Barat, yang kini mulai memasuki bulan kelima pascabencana masih berjalan lambat.
Meski anggaran rehabilitasi telah tersedia sejak awal tahun, proses pemulihan di lapangan dinilai belum berjalan optimal.
Akan hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pun mendesak agar daerah segera menuntaskannya dan memberikan target untuk satu bulan ke depan.
Mentan bilang, pemerintah pusat telah bergerak cepat sejak awal bencana terjadi, termasuk menyalurkan berbagai bantuan untuk percepatan pemulihan sektor pertanian.
"Anggaran sudah ada sejak Januari di provinsi. Kami minta provinsi dan kabupaten segera kolaborasi menyelesaikan dalam waktu singkat. Tapi yang kami lihat di lapangan masih lambat," kata Amran dalam keterangannya, saat meninjau langsung lokasi di Desa Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, Selasa (14/4).
Pemerintah sudah menanggung seluruh pembiayaan rehabiltasi sawah yang rusak sekitar 7.000 hektar tersebut.
Tentu saja anggarannya cukup besar.
"Khusus Sumatera Barat, bantuan dari Kementerian Pertanian mencapai Rp455 miliar. Jadi tidak ada alasan untuk lambat," jelas Amran.
Diungkap Amran, lambannya penanganan disebabkan oleh rantai birokrasi yang terlalu panjang.
Selain itu masih lemahnya komunikasi antarlevel pemerintahan.
Padahal, sambung dia, pencairan anggaran dari pusat telah dicairkan dengan cepat begitu permintaan daerah disampaikan.
"Pusat begitu ada permintaan langsung kami cairkan. Tapi di bawah ini mungkin masih berproses terlalu lama. Ini yang harus diperbaiki," jelas Amran.
Untuk itu, dirinya mewanti-wanti agar jajaran pemerintah daerah (pemda) untuk segera mempercepat pekerjaan di lapangan.
"Tadi sudah berjanji satu bulan selesai. Kalau tidak serius, bantuan berikutnya saya tarik kembali ke pusat dan kita pindahkan ke daerah yang lebih siap. Penanggung jawab jangan pulang sebelum selesai. Ini peringatan terakhir," tegas Amran.