Harga Minyak Dunia Anjlok, Luhut Binsar : Kita Harus Cermati Baik-Baik

Foto : istimewa

Pasardana.id - Harga minyak dunia turun signifikan lebih dari 20 persen di mana minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dan Brent Oil masing-masing turun 21,5 persen ke level 32,4 dolar AS per barel dan 22 persen menjadi 35,31 dolar AS per barel.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menilai, anjloknya harga minyak dunia harus dicermati baik-baik.

"Tadi saya juga bilang di Istana, harga (minyak) ini kita mesti cermati baik-baik, ndak boleh juga buru-buru karena yang kena bukan Indonesia saja tapi dunia kena sekarang," ujarnya di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi beberapa hari lalu.

Saat ditanya apakah pemerintah perlu menurunkan harga BBM karena harga minyak dunia yang anjlok, Luhut menjawab.

"Ya nanti, pelanlah. Baru satu hari kan. Ini kan hanya perkelahian antara Rusia dan Saudi. Jadi ndak boleh buru-buru. Lihat yang begini ini mesti cermat," katanya.

Luhut menambahkan, situasi dunia saat ini masih terdampak wabah virus corona yang begitu masif mencapai banyak negara.

Namun, Luhut menyebut penyebaran virus tersebut di China sudah mulai mereda sehingga diharapkan keadaan bisa segera pulih.

Dia meminta masyarakat mendengar pengumuman soal corona dari sumber resmi dan bukan hoaks.

Sementara itu, dilokasi yang berbeda, Pertamina belum berencana menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Harga BBM turun? Wah itu masih jauh, kita masih pelajari," kata Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko Pertamina, Heru Setiawan di Jakarta, Rabu (11/3).

Menurut Heru, keputusan menurunkan harga BBM tak mudah hanya dengan mempertimbangkan faktor harga minyak dunia. Dia menyebut, Pertamina perlu berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.

"Dan pihak lain yang terdampak, ada formulanya itu," tandasnya.