ANALIS MARKET (05/2/2020) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.720 - Rp.13.740 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, indeks futures bursa Asia dibuka kompak hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Rabu (05/2), ditambah sentimen naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.
Adapun Mata uang kuat Asia, HK dolar, Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.
“Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.720 - Rp.13.740 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (05/2/2020).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti pertumbuhan kredit pada Desember 2019 tercatat 5,9% yoy, atau melambat dibandingkan November yang tercatat 7% yoy. Kredit modal kerja hanya tumbuh 2,2% yoy, kredit investasi tumbuh 12,8% yoy, dan kredit konsumsi tumbuh 5,9% yoy.
Di sisi DPK tercatat tumbuh 6,4% yoy, terutama berasal dari jenis Giro yang tumbuh signifikan 11,4% yoy.
Meningkatnya DPK Giro ini mengkonfirmasi kelesuan kegiatan usaha.
Alhasil, pertumbuhan uang beredar (M2) juga melambat menjadi 5,6% yoy, dari 7,1% yoy pada November 2019.
Sementara dari eksternal, sentimen pasar global membaik. Indeks di bursa Asia hampir semuanya kembali rebound, setelah pasien yang pulih jumlahnya lebih besar dibandingkan pasien yang meninggal.
Dari AS, indeks optimisme ekonomi tercatat naik menjadi 59,8 tertinggi sejak Januari 2004. Factory order naik 1,8% mom pada Januari 2020.

