ANALIS MARKET (19/2/2020) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.700 - Rp.13.720 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, Rabu (19/2), sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. 

Adapun mata uang kuat Asia, yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.

“Rupiah berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.13.700 - Rp.13.720 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (19/2/2020).               

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal dampak virus Corona mulai terlihat pada perekonomian Indonesia.

Neraca perdagangan Januari 2020 mencatat ekspor turun cukup tajam, begitupun impor.

Turunnya kegiatan perdagangan berimplikasi pada kredit perbankan.

Salah satu bank BUMN Buku IV menyampaikan pertumbuhan kredit belum mencapai target di awal triwulan ke-1 2020 ini.

Kemungkinan pertumbuhan kredit di Q1-2020 ini sebesar 6%. Selain kegiatan perdagangan, kegiatan pariwisata dan UMKM kemungkinan juga akan terkena. 

Sementara dari faktor eksternal, Moody’s memangkas pertumbuhan ekonomi China untuk tahun 2020 dari 5,8% menjadi 5,2% efek dari wabah virus Corona.

Dampak virus ini tampaknya cukup signifikan walaupun temporer.

Sektor yang terganggu akibat virus ini utamanya sektor perdagangan, rantai pasokan, dan pariwisata.