ANALIS MARKET (13/2/2020) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.680 - Rp.13.700 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, hampir semua indeks futures di bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Kamis (13/2), ditambah sentimen naiknya indeks secara kompak di bursa global semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. 

Adapun mata uang kuat Asia, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah.

“Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.680 - Rp.13.700 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Kamis (13/2/2020).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal Pemerintah menyerahkan RUU Omnibus Law Cipta Kerja kemarin kepada DPR. 

RUU ini merevisi 79 UU, berisi 15 bab dengan 174 pasal.

Ada enam poin penting yang mendapat penolakan Serikat Pekerja, diantaranya menghilangkan upah minimum.

Penolakan ini bisa menimbulkan protes pekerja yang bisa berdampak pada ketidakstabilan kegiatan usaha. 

Sementara dari factor eksternal, Gubernur The Fed, Powell dalam pidatonya di depan Congress AS mengatakan, kebijakan moneter menjadi semakin kurang efektif dalam mengatasi resesi, sebaliknya kebijakan fiskal menjadi lebih penting. Powell juga menyampaikan, risiko institusi keuangan saat ini adalah kejahatan cyber, dan dampak virus corona pada perekonomian AS akan segera terlihat. Pernyatan Gubernur Fed ini tidak direspon negatif oleh pasar, bahkan indeks di bursa global kompak naik semalam.