Resmi Listing, Andalan Sakti Primaindo Tawarkan Saham ASPI Rp105 Per Lembar

foto : dok. IDX

Pasardana.id – Senin (17/2), PT Andalan Sakti Primaindo Tbk - perusahaan yang bergerak dalam bidang Real Estat, resmi mencatatkan saham perdananya (Listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode perdagangan ASPI.

"Pencatatan saham ini merupakan realisasi dari komitmen manajemen untuk Go Public melalui mekanisme perdagangan di BEI. Mulai saat ini, PT Andalan Sakti Primaindo Tbk resmi menjadi perusahaan publik dan merupakan Emiten ke- 14 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada tahun 2020 ini," ujar Suwandi Notopradono - Direktur Utama PT Andalan Sakti Primaindo Tbk, di gedung BEI, Jakarta, Senin (17/2).

Dijelaskan, perseroan meraih dana sebanyak Rp34.650.000.000,- dengan melepas 330.000.000 (tiga ratus tiga puluh juta) saham kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp105 per saham.

“Jumlah saham yang ditawarkan dalam Initial Public Offering (IPO) yakni 330 juta saham merupakan sekitar 48% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan,” jelasnya lagi.

“Dana hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan Perseroan sekitar 85% untuk pinjaman kepada Perusahaan Anak sebagai penambahan modal kerja Perusahaan Anak serta sisanya sekitar 15% akan digunakan Perseroan untuk pelunasan hutang ke pemegang saham Perusahaan,” ungkap Suwandi lagi. 

Bersamaan dengan Penawaran Umum ini, Perusahaan juga menerbitkan sebanyak 110.000.000 (seratus sepuluh juta) Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp130 per Waran Seri I dengan ketentuan bahwa setiap pemegang 3 (tiga) Saham baru akan memperoleh 1 (satu) Waran Seri I.

Dalam aksi korporasi ini, emiten yang berdiri sejak tahun 2012 menunjuk Penjamin Pelaksana Emisi Efek yakni PT Investindo Nusantara Sekuritas serta 3 perusahaan Penjamin Emisi Efek, yakni; PT NH Korindo Sekuritas, PT Panca Global Sekuritas, dan PT Valbury Sekuritas Indonesia.

Lebih lanjut Suwandi Notopradono mengungkapkan, potensi bisnis perseroan di bidang Real Estat prospektif, mengingat pertumbuhan kebutuhan rumah terus meningkat dilatarbelakangi oleh pertumbuhan penduduk yang meningkat secara signifikan tiap tahun. Selain itu, harga rumah selalu mengalami kenaikan.

"Selain itu, rumah juga digunakan sebagai sarana investasi," jelasnya lagi.

Sebelumnya, Perusahaan telah memperoleh izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 6 Februari 2020 dan telah melakukan Pencatatan pada tanggal 17 Februari 2020.

Adapun Periode Perdagangan Waran Seri I dimulai tanggal 17 Februari 2020 dengan akhir masa perdagangan Pasar Reguler & Negoisasi pada tanggal 13 Februari 2020 serta akhir masa Pasar Tunai pada tanggal 15 Februari 2020. 

Ditempat yang sama, Anshy M Sutisna, Direktur Investment Banking PT Investindo Nusantara Sekuritas, yang bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek dan Manajer Penjatahan, mengungkapkan, pada Masa Penawaran Umum tercatat sebanyak 1123 investor melakukan pemesanan saham ASPI.

“Dari total pemesanan saham yang masuk, sejumlah 50 juta lebih saham merupakan permintaan yang berasal dari pooling allotment yang mencerminkan kelebihan permintaan sebanyak lebih dari 18x dari porsi pooling tersebut, atau total pemesanan secara keseluruhan terjadi oversubscribed sebesar hampir 1,2x dari total IPO.

“Berdasarkan sistem penjatahan yang ditetapkan, 99% adalah alokasi untuk penjatahan pasti (fixed allotment) dan 1% untuk penjatahan terpusat (pooling allotment),” jelasnya.