PBRX Belum Capai Kesepakatan Pembiayaan Utang Senilai USD303,4 Juta

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Pan Brothers Tbk (IDX: PBRX) pada tanggal 16 Oktober 2020 telah menarik mandat pemeringkatan efek dari pemeringkat efek internasional, Moody’s Investor Service.

Kebijakan itu diambil, setelah Moody’s menurunkan peringkat efek perseroan atas utang dalam bentuk mata uang asing.

Berdasarkan keterangan emiten pakaian jadi itu pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/10/2020), diterangkan bahwa Moody’s menurunkan peringkat efek perseroan karena belum mencapai kesepakatan dengan pihak perbankan untuk membiayai pelunasan utang sindikasi senilai USD132,3 juta yang jatuh tempo akhir Januari 2021 dan pelunasan obligasi senilai USD171,1 juta yang akan jatuh tempo tanggal 26 Januari 2022.

“Penurunan peringkat ini sepenuhnya berdasarkan belum terjadinya pembiayaan baru atas utang yang akan jatuh tempo dalam 12-18 bulan sesuai dengan prosedur Moodys,” tulis manajemen PBRX.

Padahal, manajemen PBRX menegaskan, penurunan peringkat efek perseroan yang telah berlangsung dua kali itu, tidak berdasarkan kinerja peseroan yang dalam semester I 2020 mencatatkan saldo kas dan setara kas sebesar USD40,2 juta.

Perseroan menekankan tetap berusaha keras menyelesaikan proses pembiayaan baru untuk kewajiban tersebut, dengan segera bekerja sama dengan bank dan institusi keuangan.

Di samping itu, perseroan masih memberikan mandat pemeringkatan efek kepada lembaga internasional lainnya, yakni Fitch Rating.

Sebelumnya, perseroan telah mendapat ijin pemegang saham dalam RUPST tanggal 27 Agustus 2020 untuk menjaminkan sebesar 50 persen atau seluruh kekayaan bersih perseroan untuk mendapatkan pinjaman.

“Kami memastikan kesiapan pembayaran utang senilai USD138 juta yang jatuh tempo Februari 2021. Soal sindikasi banknya, nanti kami umumkan September 2020,” kata Wakil Direktur PBRX, Anne Patricia Susanto.