Dapat Dana PEN Rp8,5 Triliun, GIAA Terbitkan OWK

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Garuda Indonesia Tbk (IDX: GIAA) akan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp8,5 triliun.

Rencana itu untuk menampung dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah Republik Indonesia.

Berdasarkan keterangan resmi emiten penerbangan BUMN ini pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/10/2020), disebutkan bahwa pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas menyatakan bahwa peranan perseroan sangat strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional, baik sebagai penopang konektifitas barang dan penumpang di Indonesia maupun manca negara.

“Penerbitan OWK akan meningkatkan aset, meningkatkan rasio lancar, memperbaiki arus kas, dan dana senilai Rp8,5 triliun akan dipergunakan untuk pembiayaan operasional perseroan,” tulis manajemen GIAA.

Dijelaskan, OWK  ini berjangka waktu tujuh tahun sejak tanggal penerbitan.

Adapun ketentuan pembayaran kupon mengacu; Interest Coveragae Ratio (ICR) lebih dari satu maka nilai kupon sebesar bunga BI 7 Daya Repo Rate. Tapi jika ICR kurang dari satu, maka kupon sebesar nol persen.  

Selanjutnya, OWK yang akan dikonversi menjadi Saham Baru seri B pada akhir periode OWK melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement.

Jika berdasarkan analisa perseroan menggunakan laporan keuangan semester I 2020, maka harga konversi sebesar Rp206 per saham.

Harga konversi didapat dari harga rata-rata saham perseroan selama 25 hari bursa di pasar reguler sebelum tanggal 13 Oktober 2020.

Jika harga tersebut digunakan, maka jumlah saham yang akan dilepas dalam private placement sebanyak 41.262.135.923.

Dengan demikian, porsi saham Pemerintah Republik Indonesia menjadi 84,48 persen dari 60,5 persen.

Pada sisi lain, porsi saham Grup Trans melalui PT Trans Airways turun menjadi 9,9 persen dari 25,8 persen. Porsi saham masyarakat turun menjadi 5,3 persen dari 13,7 persen.

Untuk itu, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 20 November 2020, guna memperoleh persetujuan dari aksi korporasi ini.