ANALIS MARKET (14/1/2020) : Pasar Obligasi Berpotensi Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada akhirnya pasar obligasi terus mengalami kenaikkan dengan mencetak rekor baru, hal inilah yang membuat imbal hasil SUN kita khususnya obligasi acuan 10y, berada di bawah 7%.

Pada akhirnya ini sesuai dengan yang kami harapkan, meskipun memang tidak akan mungkin stabil di level dibawah 7%, namun ini merupakan awal, bahwa pasar obligasi bisa menembus di imbal hasil yang rendah.

Imbal hasil yang rendah memiliki banyak sisi positif, mulai dari penurunan CDS yang berpotensi untuk meningkatkan capital inflow, dan tidak hanya itu saja, penurunan imbal hasil obligasi pun akan mendorong penerbitan obligasi korporasi karena cost of fund penerbitan akan menjadi murah.

Tentu hal ini akan menjadi iklim yang sangat baik bagi korporasi yang ingin menerbitkan obligasi, apalagi korporasi tersebut mungkin memiliki rating A yang dimana biasanya cenderung memiliki spread premium lebih tinggi. Namun dengan rendahnya imbal hasil, tentu cost of fund tersebut menjadi berkurang.

“Kami melihat hal ini salah satu pencapaian yang baik, karena hal ini menjadi tolok ukur pergerakan pasar obligasi sepanjang tahun ini. Sejauh ini capital inflow terus mengalir deras kepasar obligasi, hal ini juga yang memberikan apresiasi positif terhadap kinerja Rupiah yang berhasil konsisten di bawah Rp 14.000,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Selasa (14/1/2020).

Pertanyaan berikutnya adalah, apakah ini semua dapat konsisten? Tentu tidak ada yang konsisten, untuk itulah adanya volatilitas pasar.

Sejauh ini, kami melihat pasar obligasi masih akan terus bergerak menguat secara harga, ruang penguatan masih terbuka, namun hati hati semakin pasar obligasi mencetak rekor baru, semakin besar pasar rawan profit taking.

Lebih lanjut, analis Pilarmas menilai, diperdagangan Selasa (14/1) pagi ini, pasar obligasi diperkirakan akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas.

Kehadiran lelang hari ini yang membuat pasar obligasi menguat terbatas. Namun sentiment positif yang hadir hari ini, diperkirakan akan memberikan implikasi positif terhadap pasar obligasi untuk mengalami penguatan kembali.

Adapun cerita pagi ini akan kita awali dari;

1.DARI AMERIKA UNTUK CHINA

Amerika tengah memberikan hadiah kesepakatan untuk China menjelang penandatangan kesepakatan yang akan berlangsung pada tanggal 15 January nanti. Amerika mencabut penunjukkan terhadap China yang sebelumnya dianggap sebagai manipulator mata uang, dengan mengatakan bahwa China telah membuat komitmen yang dapat ditegakkan untuk tidak mendevaluasi Yuan dan China telah setuju untuk mempublikasikan informasi nilai tukar. Perubahan sikap Amerika ini diuraikan dalam laporan valuta asing semi tahunan yang dikeluarkan dari Departemen Keuangan Amerika yang sebelumnya dilaporkan kepada Kongres, dan hasil tersebut keluar 2 hari sebelum Amerika dan China menandatangani kesepakatan tersebut. Didalam dokumen tersebut mitra dagang utama Amerika hampir tidak ditemukan dalam 20 mata uang yang sedang dipantau akan adanya kemungkinan manipulasi. Swiss ditambahkan ke dalam daftar pemantauan, sementara China, Jepang, Korea, Jerman, Italia, Iralndia, Singapura, Malaysia, Vietnam masih tetap ada. Meskipun dalam pemantauan, namun tampaknya label manipulator tersebut di hapuskan oleh Amerika terhadap China. Amerika juga menambahkan bahwa China telah membuat komitmen yang dapat ditegakkan untuk menahan diri dari devaluasi yang kompetitif, sembari mempromosikan transparansi dan akuntabilitas. Alhasil Yuan bergerak menguat dalam kurun waktu 6 bulan, penguatan ini ditambah dengan hadirnya berita yang diberikan oleh Amerika terkait dengan mata uang. Sebelumnya penunjukkan manipulator mata uang terhadap China yang muncul namun tidak disertai hukuman langsung dapat mengguncang pasar keuangan. Kebijakan mata uang juga muncul sebagai alat negosiasi baru dari Trump dalam menulis ulang peraturan perdagangan global yang dimana katanya dapat merugikan bisnis dan konsumen Amerika. Trump juga telah membuat kebijakan pertukaran mata uang asing sebagia bagian penting dari perjanjian perdagangan dengan Meksiko, Kanada, Korea Selatan, dan China. Departement Keuangan juga merilis beberapa pernyataan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut; 1. Swiss akan dikembalikan ke daftar pemantauan, karena ada pembelian valuta asing yang meningkat tajam. Hal ini yang membuat Amerika akan meminta para pejabat untuk menerbitkan data intervensi lebih sering. 2. Irlandia dapat dihapus dari daftar pemantauan dalam laporan berikutnya, dan diharapkan dapat terjadi pada bulan April. 3. Thailand dan Taiwan tidak secara resmi masuk ke dalam daftar pemantauan, tetapi hampir melanggar batas. 4. Vietnam melakukan intervensi yang cukup sering, tetapi telah secara kredibel menyampaikan kepada Departement Keuangan bahwa pembelian valuta asing yang dilakukan oleh Vietnam, diperlukan untuk membangun kembali cadangannya. Kami melihat bahwa sejauh ini meskipun China diberikan label oleh Amerika terkait dengan, namun hal ini sesungguhnya tidak berdasar juga. Mengapa demikian? Karena IMF pernah mengatakan bahwa Yuan cukup dihargai dan tidak ada bukti manpulasi. Mata uang China yang melemah juga bisa dikaitkan dengan perlambatan pertumbuhan. China juga tidak memenuhi kriteria yang diuraikan dalam Undang Undang Amerika tahun 2015, karena secara resmi telah menunjuk suatu Negara sebagai manipulator mata uang. Mnuchin justru sebaliknya malah bergantung pada Undang Undang perdagangan tahun 1988 yang memiliki definisi yang lebih longgar tentang manipulasi mata uang. Lagipula pengumuman yang disampaikan oleh Amerika pada Agustus lalu juga dibuat dalam siaran pers, diluar dari penerbitan normal laporan. Kami melihat hal ini sebagai sebuah permainan dan alat yang digunakan oleh Amerika untuk menekan China yang dimana kala itu tensi trade war sedang dalam posisi yang cukup tinggi, sehingga sebetulnya pencabutan label manipulator pun sebetulnya hanyalah permainan dari Amerika. Namun marilah kita mengapresiasi langkah Amerika ini karena langkah ini membuat beberapa indeks utama Amerika kembali mencetak rekor baru. Tentu hal ini memberikan gambaran bahwa tampaknya aura positif sudah mulai dirasakan menjelang kesepakatan. Well, marilah kita berdoa bersama bahwa kesepakatan akan ditandatangani tanpa paksaan dari kedua belah pihak sehingga memberikan sentiment yang lebih positif lagi pekan ini.

“Kami merekomendasikan ikuti lelang yang diadakan Pemerintah hari ini, namun apabila para pelaku pasar dan investor tidak menyukai kupon yang diberikan oleh obligasi melalui lelang hari ini, sepertinya pasar sekunder terlihat lebih menarik,” sebut analis Pilarmas.