ANALIS MARKET (23/8/2019) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.240 - Rp.14.270 per USD
Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini, Jumat (23/8/2019), namun cenderung turun terbawa sentimen turunnya indeks di sebagian besar bursa global utama semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.
Sementara mata uang kuat Asia, yen, HK dolar dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini.
“Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.14.240 - Rp.14.270 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Jumat (23/8/2019).
Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti perihal BI turunkan suku bunga acuannya 25 bps sehingga menjadi 5,5% pada RDG kemarin.
Penurunan ini dengan pertimbangan angka inflasi yang rendah dan upaya pre emptive untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai antisipasi perlambatan ekonomi global.
Dengan tujuan ini kemungkinan BI masih akan menurunkan suku bunganya minimal 2 kali lagi hingga akhir tahun 2019 .
BI masih menargetkan pertumbuhan ekonomi 2019 mencapai titik tengah antara 5,0% - 5,4%.
Sementara itu, beberapa data ekonomi global yang menunjukkan perlambatan ekonomi, yaitu: 1). PMI sektor manufaktur AS yang 49,9 pada Agustus ini, kontraksi untuk pertama kali sejak 10 tahun terakhir; 2). Angka inflasi Jepang melambat; 3). Pernyataam ECB bahwa pertumbuhan ekonomi zona euro dibawah ekspektasi.
Adapun pelaku pasar menunggu pidato Gubernur The Fed hari ini waktu AS.

