APLN Berpotensi Gagal Bayar Utang Rp1,3 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) berpotensi gagal bayar utang senilai Rp1,2 triliun.

Pasalnya, hingga saat ini emiten properti tersebut belum bisa menjelaskan rencana pembayaran utang kepada sindikasi enam bank, yang pelunasannya dipercepat menjadi tanggal 19 September 2019.

Hal itu disampaikan analis Pefindo, Yogie Perdana di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

“Kami melihat APLN ada potensi gagal bayar utang senilai Rp1,3 triliun, jika dalam waktu dekat ini belum memastikan rencana pembiayaan ulang,” kata dia.

Lebih lanjut, ia mengaku telah menemui manajemen emiten properti itu untuk meminta penjelaskan terkait rencana pembiayaan ulang pelunasan utang senilai Rp1,3 triliun tersebut. Namun, dia belum bisa menjelaskan rencana pasti APLN.

“Mereka (APLN) sudah punya rencana untuk pembiayaan ulang tapi belum bisa di publish ke umum,” kata dia.

Untuk diketahui, Pefindo telah menurunkan peringkat efek APLN dari idA- menjadi idBBB untuk periode pemeringkatan 29 Juli - 29 Oktober 2019. 

Penurunan tersebut karena meningkatnya risiko pembiayaan kembali utang sindikasi senilai Rp1,3 triliun, Obligasi I/2014-2015 fase III sebesar Rp451 miliar, dan obligasi I/2014-2015 fase IV sebesar Rp99 miliar yang akan jatuh tempo pada September 2019.

Sementara itu, saldo kas perseroan per 31 Maret 2019 tercatat hanya Rp1,2 triliun. Sehingga Pefindo terus melakukan pemantauan dengan outlook negatif.

“Peringkat ini dapat kami turunkan lagi,” kata Yogie.