Surat Utang TELE Tak Layak Investasi

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menurunkan peringkat efek perusahaan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) dari idBBB+menjadi idBB+.

Dengan peringkat baru tersebut, maka surat utang emiten alat komunikasi tersebut masuk golongan efek tidak layak investasi.

Direktur Utama Pefindo, Salyadi Saputra mengungkapkan, peringkat efek baru tersebut hasil pemantauan khusus terhadap perusahaan dan obligasi.

“Efek utang dengan peringkat idBB mengindikasikan parameter proteksi yang sedikit lemah dibandingkan efek utang Indonesia lainnya. Kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut mudah terpengaruh oleh memburuknya perkembangan perekonomian, bisnis, dan keuangan, yang akan dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk memenuhi komitmen keuangannya atas efek utang,” tulis Salyadi dalam keterbukaan informasi pada laman Bursa Efek Indonesia, Rabu (27/5/2020).

Untuk diketahui, TELE memegang pernyataan efektif untuk menerbitkan Obligasi senilai Rp1,447 triliun bertajuk Obligasi Berkelanjutan II PT Thipone Mobile Indonesia Tbk tahun 2019.

Peringkat IdBB+ disematkan terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap II PT Thipone Mobile Indonesia Tbk tahun 2019 senilai Rp 500 miliar. Peringkat ini berlaku sejak tanggal 13 Mei 2020 hingga 13 Agustus 2020.

Selain itu, Pefindo juga menyematkan idBB+ pada Obligasi Berkelanjutan I tahap II seri C tahun 2016 senilai Rp110 miliar. Peringkat ini berlaku sejak 13 Mei 2020 hingga 13 Agustus 2020.

Sementara untuk Obligasi I tahap III seri B tahun 2017 senilai Rp231 miliar dengan peringkat idBB+, berlaku sejak 13 Mei 2020 hingga 22 Juni 2020. Patut dicermati, obligasi ini akan jatuh tempo tanggal 22 Juni 2020.

 

.