Jika Pra Penjualan Meleset, Peringkat SMRA Turun Jadi IdA

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Lembaga pemeringkat efek, Pefindo menurunkan satu tingkat peringkat utang PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dari idA+ menjadi idA. Peringkat itu berlaku untuk Obligasi Berkelanjutan I/2013, Obligasi Berkelanjutan I/2015 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I/2013.

Analis Pefindo, Yogie Perdana menjelaskan, penurunan peringkat itu berdasarkan ekspektasi Pefindo terhadap rasio struktur permodalan dan perlindungan arus kas SMRA yang tetap agresif dalam tiga tahun mendatang.

“Dengan demikian, tingkat utang perusahaan akan tetap tinggi dalam jangka pendek pada saat kondisi properti yang belum membaik,” jelas Yogie dalam siaran pers, Rabu (12/9/2018).

Meski demikian, lanjut Yogie, peringkat stabil ini dapat naik jika perusahaan secara konsisten mencapai target pra penjualan, pendapatan, serta EBITDA.

“Pencapaian tersebut juga harus disertai oleh tingkat leverage keuangan yang lebih konservatif yang ditandai oleh rasio utang terhadap EBITDA dibawah 3,0x secara berkelanjutan,” kata dia.

Hanya saja, sambungnya, peringkat dengan masa periode 7 September 2018 hingga 7 September 2019 itu, dapat diturunkan jika Perusahaan membukukan pra penjualan yang lebih rendah dari target serta progres penyelesaian pembangunan properti yang lebih lama dari perkiraan, sehingga dapat menyebabkan pengakuan pendapatan yang tidak mencapai target.

“Peringkat juga dapat berada dibawah tekanan jika utang perusahaan lebih besar dari proyeksi, yang mengakibatkan struktur permodalan yang lebih agresif yang ditandai oleh rasio utang terhadap EBITDA lebih besar dari 5,0x secara berkelanjutan,” papar dia.