ANALIS MARKET (14/8/2019) : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas

Foto : Ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi diperdagangan kemarin (13/8), mengalami penurunan setelah tekanan dari Argentina terus meningkat. 

Hal ini menimbulkan spekulasi di Negara Emerging Market, tidak terkecuali Indonesia. 

Hal ini kita pernah alami dulu ketika Turki dan Argentina mengalami krisis, meskipun Indonesia baik baik saja, tapi dampaknya tetap terasa. 

Oleh sebab itu kami melihat, sedari pagi Bank Indonesia sudah menyampaikan, bahwa mereka bersiap untuk melakukan intervensi terhadap Rupiah dan Pasar Obligasi, karena Bank Indonesia menyadari bahwa tekanan global akan memiliki imbas terhadap pasar obligasi dan valuta asing dalam Negeri. 

Melemahnya Rupiah yang terjadi kemarin, menunjukkan betapa rapuhnya nilai mata uang kita dari implikasi arus keluar masuknya dana asing di Indonesia. 

Oleh sebab itu, kami melihat, apabila Bank Indonesia tidak menjaga pasar obligasi dan valuta asing kemarin, mungkin penurunannya akan lebih besar. 

Akibat tekanan global yang terjadi kemarin, impactnya juga terasa hingga lelang Surat Utang yang terjadi kemarin yang dimana total penawaran yang masuk hanya Rp 26.5T, jauh lebih rendah daripada biasanya. 

Tentu hal ini merupakan sesuatu yang wajar, karena resiko yang meningkat membuat para pelaku pasar dan investor melihat perkembangan dari situasi dan kondisi yang sudah ada. 

Lebih lanjut analis Pilarmas menilai, diperdagangan Rabu (14/8) pagi ini, pasar obligasi akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas. Keterbatasan ini masih datang dari situasi dan kondisi yang masih belum menentu. 

Adapun sentimen yang menjadi sorotan investor hari ini datang dari Amerika dan China, sebuah sentiment yang selalu ada hampir setiap hari. 

Trump pada akhirnya kemarin terperangkap dengan tekanan yang dirasakan dari tekanan bisnis di Amerika sehingga merasakan kekhawatiran mengenai turunnya ekonomi Amerika akibat perang dagangnya dengan China. Alhasil, Amerika menunda pengenaan tarif barunya dari berbagai produk konsumen termasuk mainan dan notebook hingga bulan December. 

Tentu hal ini menjadi angin sejuk, ditengah tengah situasi dan kondisi yang memanas, karena menjadi sebuah harapan ditengah ketidakpastian. 

Tidak hanya itu saja, Amerika dan China melalui para pejabat Seniornya juga telah melakukan percakapan melalui telepon, ini merupakan komunikasi pertama kalinya sejak Trump mengancam akan menaikkan tarif pada awal bulan ini. 

Hal ini juga yang memberikan angin sejuk ditengah tengah potensi krisis yang mungkin muncul dari Argentina. 

Trump mengatakan bahwa percakapan dengan China berakhir dengan “produktif” dan “mereka benar benar ingin membuat kesepakatan”. 

Langkah Amerika selanjutnya adalah melakukan pemisahan daftar produk dari yang nilainya 300 miliar dollar Amerika menjadi 2 bagian yang terpisah. 

Produk seperti pertanian, barang antic, pakaian, peralatan dapur, dan alas kaki akan tetap berada dalam daftar kenaikkan yang akan diberikan pada pukul 1 September nanti, dengan nilai total lebih dari $ 110 miliar. 

Sedangkan produk yang lain seperti, smartphone, notebook, dan mainan anak anak yang nilainya sekitar $ 160 miliar, akan dikenakan tarif setelah tanggal 15 December 2019. 

Tidak hanya itu saja, ada beberapa bagian yang senilai $ 2 miliar produk telah dihapus dari daftar pengenaan tarif. 

Akibat tindakan Trump ini, beberapa pebisnis mengatakan bahwa hal itu tentu saja baik, namun tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa perubahan mengenai keputusan bisnis penting yang dibuat oleh Presiden berubah dengan sangat cepat karena kebijakan perdagangan Presiden menjadi sebuah hal yang membingungkan. 

Meskipun begitu, berita baik ini yang membuat Indeks di Amerika melonjak, yang mungkin akan menjadi sentiment positif bagi pembukaan pasar hari ini. 

Wakil Perdana Menteri China Liu He telah berbicara dengan Robert Lighthnizer dan Steven Mnuchin melalui telepon pada hari Selasa kemarin. 

Namun hal itu masih belum memberikan kepastian mengenai pertemuan yang akan terjadi pada bulan September nanti. 

Kemajuan seperti yang apa yang didapat dari komunikasi tersebut juga tidak disampaikan secara jelas, dan semua itu masih tanda tanya terbesar bagi pasar. 

Kami melihat satu sisi pada dasarnya Trump sendiri tidak siap bahwa perang dagang ini juga melukai perekonomiannya, seperti yang sudah kami sampaikan beberapa waktu lalu, bahwa China lebih suka melihat dan menanti Amerika tersundut api yang diciptakannya sendiri. 

Sedangkan mengenai penundaan tentu saja hal itu merupakan sesuatu yang baik, karena memberikan waktu yang lebih lama untuk China dan Amerika untuk berdiskusi. 

Namun kami melihat, penundaan ini hanya memberikan rasa sakit yang lebih lama, luka yang lebih lama, mungkin akan menjadi lebih dalam juga, tanpa menyembuhkan luka itu sendiri. 

Ini semua tentang bagaimana kita mau mengalah di beberapa hal, namun kita juga menang untuk sebagian hal. Apabila China dan Amerika tidak belajar akan hal itu, kesepakatan itu hanya sebuah pepesan kosong yang tidak ada isinya, yang hanya membuat pasar menjadi bergejolak karenanya. 

Tidak ada artinya negosiasi apabila dilakukan dengan intimidasi, karena hanya akan berujung terhadap tensi yang akan terus meningkat, sehingga menyebabkan pasar menjadi tak tentu arah. 

Beralih dari sana, Mario Draghi, berencana untuk memberikan stimulus sebelum ia pensiun. 

Bank Sentral Eropa memperkirakan akan memangkas tingkat suku bunga bulan depan pada pertemuan Bank Sentral Eropa, prospek program pembelian asset kembali masih menjadi sesuatu yang tidak pasti. 

Investor harus menilai seberapa banyak pelonggaran kuantitatif yang dibutuhkan untuk ekonomi Zona Eropa, dan berapa banyak ruang yang dimiliki Bank Sentral untuk melakukannya. 

Sebagian besar memprediksi bahwa Bank Sentral Eropa akan menurunkan tingkat suku bunganya sebesar 10 basis point atau minus 0.5% dari sebelumnya pada pertemuan Bank Sentral Eropa pada tanggal 12 September nanti. 

Tentu potensi pemangkasan cukup besar, karena sebelumnya Bank Sentral Eropa juga mengatakan bahwa pemangkasan tingkat suku bunga Eropa, menanti pemangkasan tingkat suku bunga The Fed. 

Alhasil, The Fed seperti yang kita ketahui telah memangkas tingkat suku bunganya, bagaimana selanjutnya ECB? 

“Kami merekomendasikan jual hari ini waspadai pembalikkan arah yang mungkin hanya menjadi sentiment sesaat,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Rabu (14/8/2019).