ANALIS MARKET (24/7/2019) : Rupiah Berpotensi Menguat

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Rabu (24/7/2019), mengikuti kenaikan indeks di bursa global semalam (23/7), ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. 

Sementara mata uang kuat Asia, Yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini.

“Walaupun secara teknikal, rupiah masih berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.13.990 - Rp.14.020 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom dalam riset yang dirilis Rabu (24/7/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti kinerja dua bank BUMN pada Q2-2019 yang mencatat perlambatan kinerja, terlihat dari melambatnya pertumbuhan kredit, NIM, dan pertumbuhan laba usaha bersih.

Perlambatan kinerja ini mengkonfirmasi perlambatan sektor usaha di Q2-2019. “Perlambatan ini, member indikasi ada potensi melambatnya pertumbuhan ekonomi pada Q2-2019 yang bisa dibawah kinerja Q202918 yang sebesar 5,27% yoy,” ungkap Lana. 

Sementara dari eksternal, Boris Johson terpilih sebagai PM Inggris yang baru menggantikan Theresa May.

Johson dikenal sebagai inisiator Brexit yang menjanjikan Inggris keluar dari Uni Eropa dengan tanpa kesepakatan.

Ucapan selamat datang dari Presiden AS Trump sebagai pendukung kuat Johnson. Dua Trump dan Johnson ini bisa membuat tatanan perdagangan dunia kembali menjadi terproteksi dan menambah ketidakpastian ekonomi dunia.