Uber Merugi US$1 Miliar pada Kuartal I 2019

foto: istimewa

Pasardana.id - Perusahaan transportasi berbasis aplikasi Uber pada Kamis (30/5/2019) merilis laporan keuangan pertama sejak melakukan IPO (Initial Public Offering) awal bulan ini. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Uber merugi US$1 miliar, atau sekitar Rp14,38 triliun, pada kuartal I 2019.

Uber mencatatkan kerugian US$2,26 per saham dari pendapatan sebesar US$3,1 miliar pada kuartal yang berakhir 31 Maret 2019. Pendapatan kuartal I Uber naik 20 persen dari US$2,58 miliar yang tercapai pada kuartal I 2018.

Uber memiliki 93 juta pengguna aktif bulanan sampai akhir kuartal I tahun ini, naik 33 persen dari 70 juta pengguna pada kuartal I 2018.

“Awal bulan ini kami mengambil langkah untuk melakukan IPO dan sekarang kami berfokus menjalankan strategi untuk menjadi one-stop shop transportasi dan perdagangan,” jelas CEO Uber Dara Khosrowshahi, seperti dikutip Xinhua.

Menurut Dara, rata-rata terjadi 17 juta perjalanan yang diakomodasi aplikasi Uber per harinya di seluruh dunia. Peningkatan jumlah pemesanan mencapai 41 persen year-on-year.

Uber menjalani debut di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, pada 10 Mei lalu dengan harga US$45 per saham. Saham Uber turun 0,25 persen pada Kamis dari sesi sebelumnya, menjadi US$39,80 per saham.