Uber Alami Kerugian US$1,8 Miliar

foto: istimewa

Pasardana.id - Perusahaan penyedia layanan transportasi dan pengiriman makanan online Amerika Serikat Uber Technologies pada Kamis (6/8/2020) merilis laporan yang menyebutkan terjadinya kerugian sebesar US$1,8 miliar, atau sekitar Rp26,2 triliun, pada kuartal II 2020.

Seperti dilaporkan Xinhua, pemesanan Uber turun 35 persen year-on-year, mencapai hanya US$10,2 miliar. Pendapatan merosot 29 persen menjadi US$2,2 miliar.

Pembatasan pergerakan dalam upaya menghambat penyebaran virus Corona (COVID-19) disebut sebagai penyebab utama kerugian yang dialami.

Terjadinya kerugian lebih besar tercegah oleh meningkatnya aktivitas bisnis Uber Eats selama pandemi berlangsung. Pada kuartal II 2020, pendapatan Uber Eats mencapai US$1,2 miliar, lebih dari dua kali lipat year-on-year.