ANALIS MARKET (15/3/2019) : Pasar Obligasi Berpotensi Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian fixed income Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi masih terus mempertahankan trend positif.

Namun pertanyaan yang paling penting adalah apakah bisa menjaga trend yang sedang positif itu di hari ini yang dimana data ekonomi kita yang paling dinantikan akan keluar hari ini?

Tentu kita berharap demikian untuk pergerakan pasar obligasi hari ini, Jumat (15/3/2019).

Analis Pilarmas menilai, Jumat (15/3) pagi ini pasar obligasi akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas.

Keterbatasan ini datang dari sentiment domestic yang akan cukup mendominasi pergerakan pasar obligasi hari ini.

Keluarnya data Export dan Import serta Trade balance akan menjadi sesuatu yang ditunggu oleh para pelaku pasar dan investor, mengingat 2 bulan sebelumnya tatkala hasilnya tidak sesuatu harapan, pasar obligasi langsung mengalami pelemahan.

“Estimasi kami, trade balance masih akan mengalami deficit meskipun tidak separah bulan sebelumnya. Kebijakan kenaikkan tarif pajak impor juga sudah mulai menunjukkan sesuatu yang positif,” jelas analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Jumat (15/3/2019).

Sementara itu, kelanjutan sinetron perang dagang masih terus berlanjut. Pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden Xi pada akhir Maret nanti mungkin tidak akan terjadi.

Waktu yang memungkinkan berikutnya adalah pada awal atau akhir April bulan depan nanti. Keduanya mengklaim ada kemajuan yang signifikan pada pembicaraan kedua belah pihak.

China meminta kunjungan Kenegaraan yang lebih resmi dibandingkan datang ke Amerika hanya untuk menandatangani perjanjian tersebut.

Dalam pertemuan antara Steven Mnuchin dan Robert Lighthizer dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, mereka menyampaikan bahwa perjanjian yang lebih benar dan sesuai seperti yang diinginkan kedua negara itu lebih penting daripada perjanjian yang dikejar oleh waktu.

Saat ini jarak sejumlah masalah antara kedua negara terus mengecil, diharapkan bahwa perundingan ini dapat berakhir dengan baik tahun ini.

Beralih kepada “drama Korea” yaitu Brexit, Theresa May pada akhirnya memenangkan dukungan politisi Inggris untuk berusaha menunda Brexit.

May menawarkan anggota Parlemen pilihan antara mendukung kesepakatannya dan menunda Brexit dalam waktu yang singkat atau terjebak dalam perpanjangan yang panjang dengan ketentuan yang ditetapkan oleh blok.

May juga menyampaikan bahwa Ia berjanji kepada anggota perlemen bahwa jika kesepakatannya tidak disetujui hingga minggu depan, maka May akan memberi Parlemen kesempatan untuk mengambil alih pada 25 Maret pekan depan nanti.

Penundaan Brexit pun didukung oleh Uni Eropa yang telah menyarankan untuk memperpanjang kepergian Inggris hingga akhir Mei, meskipun Uni Eropa tidak memberikan tambahan mengenai lebih lanjut diperlukan alasan yang tepat dari Inggris untuk menunda proses Brexit tersebut.

“Kami menilai bahwa proses pertemuan antara Amerika dan China, serta Brexit masih dalam arus permainan yang belum menunjukkan arah yang jelas,” jelas analis Pilarmas.

Ditambahkan, ketika sentiment global pada akhirnya menjadi basi, maka sentiment yang akan mempengaruhi pergerakan pasar dalam negeri adalah sentiment makro ekonomi, yang dimana sejauh ini situasi dan kondisi makro ekonomi kita masih kurang baik.

“Kami merekomendasikan beli hari ini dengan volume yang kecil hingga sedang. Amati dan cermati,” tandas analis Pilarmas.