ANALIS MARKET (12/2/2019) : IHSG Diprediksi Masih Memiliki Ruang Potensi Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan Senin (11/02) kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi -0.41% ke level 6,495.

Sektor perdagangan dan infrastruktur memberikan kontribusi penguatan terbesar pada perdagangan kemarin.

Adapun Investor asing mencatakan penjualan bersih sebesar Rp. 132.9 milyar.

Lebih rinci dijelaskan, untuk perdagangan hari ini, Selasa (12/2/2019), sentimen diberikan oleh Bank Indonesia (BI) yang menyampaikan akan terus berfokus terhadap stabilitas ekonomi dengan mempertahankan sikap kebijakan moneternya yang hawkish. Meskipun, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah hampir mendekati puncaknya.

Fokus berikutnya adalah menjaga stabilitas jangka pendek sehingga mendorong capital inflow yang berguna untuk menstabilkan Rupiah dan kegiatan ekspor serta akan membuat ekonomi lebih menjanjikan.

“Meskipun kami berharap sebenarnya Bank Indonesia cukup berani, setidaknya untuk memikirkan untuk menurunkan tingkat suku bunga seperti yang dilakukan India. Bank Indonesia juga, dalam survey Indeks Penjualan Riil (IPR) di Desember 2018 mengalami pertumbuhan sebesar 7.7% secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut lebih besar jika dibandingkan dengan bulan November 2018 yang tumbuh sebesar 3.4%,” jelas analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Selasa (12/2/2019).

Ditambahkan, bertumbuhnya IPR Desember 2018 tampaknya dapat menjadi salah satu indikasi bagi perbaikan daya beli di dalam negeri, sehingga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam surveynya, dimana peningkatan penjualan eceran pada kelompok makanan dan minuman, tembakau dan kelompok barang budaya dan rekreasi yang masing-masing tumbuh 9.1% dan 14.4 % secara tahunan.Tentunya ini dapat memberikan sentimen positif pada IHSG.

Beralih ke Eropa, PM Inggris, Theresa May masih terus menegosiasikan kembali perjanjian Brexit dengan uni Eropa dan akan membuat pernyataan kepada Parlement pada hari Selasa ini.

Pernyataan ini bertujuan untuk menjaga Inggris agar jangan sampai jatuh ke dalam blok tanpa kesepakatan.

Tentu hal ini merupakan sesuatu yang baik apabila proses tersebut terus dipercepat, karena lagi lagi data yang keluar hari ini GDP Inggris secara YoY masih terus mengalami penurunan.

“Secara teknikal, kami memproyeksikan IHSG masih memiliki ruang potensi melemah dan di perdagangkan pada rentang 6,481-6,522 pada perdagangan hari ini,” jelas analis Pilarmas Investindo Sekuritas.