ANALIS MARKET (11/2/2019) : IHSG Berpotensi Melemah dan Diperdagangkan Pada Rentang Level 6,505 – 6,533

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan hari Jumat (08/2) lalu, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup pada level 6,521 atau melemah - 0.23%.

Sektor barang konsumsi dan infrastruktur memberikan kontribusi kenaikan terbesar pada perdagangan kemarin (08/2).

Adapun investor asing mencatakan penjualan bersih sebesar Rp205,3 miliar.

Lebih lanjut, riset juga mengungkapkan, sentiment internal dan eksternal tampaknya akan masih menjadi pengaruh dalam perdagangan saham hari ini.

Dari internal, dimana diakhir pekan kemarin Bank Indonesia merilis data neraca pembayaran 2018. Bank Indonesia mencatat defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal IV2018 defisit US$ 9,1 miliar atau 3,57% dari produk domestik bruto (PDB), lebih tinggi dari kuartal III-2018 yang tercatat US$ 8,6 miliar atau 3,28% dari PDB.

Sepanjang tahun lalu (2018), defisit transaksi berjalan mencapai US$ 31,1 miliar atau setara 2,98% dari PDB. Sementara di tahun sebelumnya (2017) yaitu defisit US$ 16,1 miliar atau 1,7% dari PDB.

Sepanjang tahun 2018, CAD dipengaruhi oleh impor non-migas yang tinggi, khususnya bahan baku dan barang modal, hal ini merupakan dampak aktivitas ekonomi dalam negeri.

Beralih keluar negeri, pemangkasan tingkat suku bunga Bank of India beberapa lalu diperkirakan akan menjadi acuan bagi Negara-Negara ASEAN agar mengikuti jejak yang serupa untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter diseluruh Asia tahun ini.

Didukung oleh Dovish-nya The Fed pada bulan January lalu, tentu mendorong Negara Negara Emerging Market untuk melonggarkan kebijakan moneternya untuk memberikan stimulus perekonomian melalui rendahnya tingkat suku bunga. Negara yang berpotensi untuk melakukan pemangkasan berikutnya adalah Filipina.

Beralih kepada proses Brexit, Perdana Menteri Inggris, Theresa May minggu ini akan meminta Parlemen untuk memberinya lebih banyak waktu untuk menegosiasikan kembali kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

Dengan pemungutan suara yang akan dilakukan pada 14 February nanti, Theresa May akan meminta Parlemen untuk menegaskan kembali keinginannya untuk menghapus klausul Backstop Irlandia yang masih menjadi kontroversial.

Namun sisi baiknya adalah, Pemerintah berkomitmen, jika kesepakatan belum terjadi hingga 27 February, maka akan ada mosi lebih lanjut untuk memberikan jaminan agar proses Brexit dapat bergerak maju.

Tentu hal ini merupakan sesuatu yang baik karena sudah cukup lama proses ini berjalan tanpa adanya kemajuan.

Minggu ini, juga pada 14-15 February akan ada pertemuan kedua negara AS-China, dimana Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin akan melakukan perjalanan ke Beijing.

Pasar berharap ada progress yang lebih baik dari hasil pertemuan tersebut sehingga menjadi sentiment positif.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami memproyeksikan IHSG berpotensi melemah dan di perdagangkan pada rentang level 6,505 – 6,533 pada perdagangan hari ini,” sebut analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Senin (11/2/2019).