ANALIS MARKET (09/10/2019) : Memanasnya Hubungan AS dan Tiongkok Berpotensi Jadi Sentimen Negatif Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (08/10), IHSG mencatatkan net sell tipis sebesar Rp185 milliar.

Sektor konstruksi mencatkan net sell terbesar hingga Rp99 miliar.

Mayoritas bursa saham Asia menguat senada dengan IHSG.

Dari sisi komoditas, harga batu bara ICE NewCastle (Australia) melesat mencapai 3,11% menjadi USD69,55/ton dan merupakan harga tertinggi sejak 1 Oktober.

Hal ini juga mendorong saham-saham sektor batu bara, seperti PTBA (+3,7%) dan ADRO (+2,40%).

Penguatan harga komoditas batu bara dikarenakan optimisme pelaku pasar terkait meningkatnya permintaan batu bara pada November dan Desember.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terdepresiasi 0,04% ke level 14.150.

Sementara itu, Dow Jones ditutup melemah 0,87% ke level 26.248, ditekan oleh saham-saham sektor teknologi, seperti Inter Corp. ( -1,77%) dan Nvidia Corp (-3,85%), dan saham-saham perbankan, seperti Citigroup Inc (-2.57%).

Keputusan AS yang menambahkan perusahaan start up Tiongkok ke dalam daftar hitam melemahkan saham-saham sektor teknologi dan meredupkan optimisme pasar atas hasil negosiasi dagang yang akan berlangsung pada Kamis (10/10).

“Kembali memanasnya hubungan AS – Tiongkok berpotensi menjadi sentiment negative pergerakan indeks hari ini,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (09/10/2019).