Pastikan Penyelesaian Transaksi Dua Hari Lancar, SLB Digalakan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan penerapan penyelesaian transaksi dua hari atau T+2 pada tanggal 26 November 2018. Pada masa peralihan dari T+3 maka transaksi tanggal 23 dan 26 November 2018 akan diselesaikan pada tanggal 28 November dan pada titik inilah rawan terjadi  gagal serah efek.

Hal itu disampaikan Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), Iding Pardi di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

“Resiko pada saat masa peralihan dari T+3 ke T+2 adalah gagal serah efek sampai 20% - 25% dari nilai transaksi,” kata dia.

Hanya saja, lanjut dia, BEI, KSEI dan KPEI telah menyiapkan berapa langkah untuk mencegah hal tersebut. Rincinya, pihaknya akan melakukan sosialiasi kepada seluruh anggota bursa (AB), investor dan bank Kustodian.

Disamping, kata dia lagi, pihaknya akan mengajak pelaku pasar seperti Anggota  Bursa, emiten dan lembaga asuransi untuk aktif dalam SLB (Securities Lending and Borrowing).

“Sistem lending and borrowing atau pinjam meminjam efek sudah ada tapi jarang digunakan,” jelas dia.

Padahal, jelas dia, SLB akan mengurangi risiko pelaku pasar gagal serah efek dan terkena denda alternate cash settlement (ACS) sebesar 125% dari nilai saham yang gagal serah.

“Selain mencegah gagal serah, pinjam memimjam efek sebenarnya memberi keuntungan kepada pelaku,” jelas dia.

Ia merinci, setiap transaksi pinjam meminjam efek lewat KPEI akan dikenakan bunga 15% pertahun bagi peminjam dan 12% bagi yang meminjam.

“Selisih tiga persen itu baru untuk KPEI,” ucap dia.