Kemampuan Bayar Utang AISA Akan Ditinjau Ulang

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) akan melakukan review khusus terhadap peringkat utang PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), setelah pekan lalu Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, PT Indo Beras Unggul (IBU), yang merupakan anak usaha AISA, melakukan kecurangan dalam penjualan beras. Perusahaan menjual beras subsidi dengan harga beras premium. 

Menurut Presiden Direktur Pefindo, Salyadi Saputra, pihaknya akan melakukan review khusus terhadap peringkat surat utang AISA.

"Itu kami lakukan kalau ada kejadian khusus yang akan mempengaruhi kemampuan bayar emiten surat utang," tegas dia, di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (24/7/2017).

Lebih lanjut dijelaskan, hal ini berlaku pada setiap emiten surat utang yang mengalami kejadian khusus sehingga berdampak pada keberlangsungan usahanya.

"Kita akan lihat apakah kejadian itu akan mempengaruhi pendapatan mereka," kata dia.

Seperti diketahui, Pefindo menetapkan peringkat idA terhadap PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) dan obligasi I/2013 serta idA terhadap sukuk ijarah II/2016 dan sukuk Ijarah I/2013 yang diterbitkan, dengan peringkat outlook stabil.

Sedangkan nilai Sukuk Ijarah TPS Food I tahun 2013 tercatat dengan jumlah emisi masing-masing adalah Rp600 miliar dan Rp300 miliar. Baik dari obligasi maupun sukuk ijarah tersebut diberikan jangka waktu (tenor) selama lima tahun dengan harga penawaran 100 persen dari nilai nominal obligasi dengan nilai kupon atau bunga berkisar diantara 9,25 - 10,25 persen dibayarkan setiap tiga bulan (triwulan).