Penerbitan Obligasi Institusi Riil Perlu Didorong

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mendorong korporasi sektor riil untuk meningkatkan nilai penerbitan obligasi. Sebab hal itu akan menurunkan biaya ekonomi tinggi.

Direktur Utama PT Pefindo, Salyadi Syahputra mengatakan, selama ini penerbitan obligasi lebih didominasi oleh sektor keuangan baik perbankan maupun lembaga pembiayaan.

"Padahal kalau di perbankan maupun pembiayaan terjadi dua kali intermediasi, pertama dari biaya penggalangan dana obligasi dan biaya dana perbankan," terang dia, di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/12/2016).

Ia berharap, korporasi sektor riil akan lebih giat memanfaatkan penerbitan obligasi pada masa yang akan datang. Hal itu seiring dengan keinginan pemerintah untuk menurunkan biaya ekonomi.

"Jika sektor riil yang menerbitkan maka akan langsung di manfaatkan untuk membiayai investasi mereka," terang dia.

Ia merinci, obligasi yang telah diterbitkan dan diperingkat oleh Pefindo sampai dengan November 2016 mencapai Rp104,1 triliun. Dari jumlah itu, Rp43,9 triliun atau 82,2 % merupakan obligasi institusi keuangan dan institusi riil sebesar Rp18,8 triliun atau 21,7%.

Sedangkan mandat yang telah diterima namun belum diterbitkan sebesar Rp 21,3 triliun. Jika melihat rinciannya, minat institusi keuangan lebih besar ketimbang institusi riil. Dengan rincian, 7 perusahaan pembiayaan dengan nilai Rp 2,8 triliun dan empat bank senilai Rp 4,1 trilliun.

Salyadi mencontohkan, negara-negara yang memiliki tingkat efesiensi lebih baik dari Indonesia, seperti Malaysia memiliki komposisi 72,2% institusi riil dan 27,8% institusi keuangan, Korea Selatan 47,5% institusi keuangan dan 52,5% institusi riil, dan China institusi keuangannya sebesar 43,7% dan 56,3% institusi riil.

"Kita juga tidak ingin menurunkan nilai penerbitan obligasi instutusi keuangan tapi meningkatkan porsi obligasi institusi keuangan," kata dia.