ANALIS MARKET (04/1/2018) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.13.480 - Rp.13.500 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia yang “hijau", kemungkinan ada potensi kenaikan indeks berlanjut di bursa Asia hari ini, didukung dengan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.

Sementara itu, tiga mata uang Asia juga dibuka kompak melemah terhadap USDolar pagi ini.

"Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.480 - Rp.13.500 per USD," ujar Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen dalam laporan risetnya yang dilansir dari laman resmi SAM, Kamis (04/1/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan beberapa sentimen yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; Penawaran lelang perdana SUN di tahun 2018 berhasil menarik dana sebesar Rp.86,2 triliun, sebagai penawaran tertinggi yang pernah ada. Dari penawaran tersebut dimenangkan sebesar Rp.25,5 triliun.

"Tingginya penawaran ini diantaranya karena efek naiknya peringkat utang dari Fitch pada 21 Desember lalu, dan kemungkinan menyusul Moodys di bulan Januari ini," terang Lana.

Sementara itu, dari faktor eksternal, hasil minutes meeting The Fed tanggal 12-13 Desember 2017 lalu mencatat perdebatan mengenai dampak kebijakan pemangkasan pajak Presiden Trump.

Efek kebijakan ini bisa membuat risiko kenaikan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan. Sebagian besar pejabat The Fed mempertimbangkan menaikkan suku bunga The Fed secara bertahap.

Efek tax cuts ini diperkirakan bisa menambah pertumbuhan ekonomi sebesar 0,3% dengan inflasi yang lebih tinggi.