ANALIS MARKET (02/2/2018) : Rupiah Berpotensi Menguat Hari Ini Menuju Rp.13.380 - Rp.13.420 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini, terlihat dari hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat merah, tetapi harga minyak mentah pagi ini dibuka naik yang bisa membuat arah indeks cenderung positif.

“Tiga mata uang kuat Asia pagi ini juga dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju Rp.13.380 - Rp.13.420 per USD (kurs tengah Bloomberg)," jelas Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen, dalam laporan risetnya yang dilansir dari laman resmi SAM, Jumat (02/2/2018).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyebutkan beberapa factor yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; Inflasi Januari 2018 tercatat 0,62% mom atau 3,25% yoy.

Kenaikan terjadi di hampir semua kelompok pengeluaran kecuali untuk kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan yang tercatat deflasi.

Dari komponen inflasi tercatat inflasi tertinggi pada harga yang bergejolak karena faktor musim, sementara deflasi terjadi harga yang diatur pemerintah. Sedangkan inflasi inti masih dalam tren turun sebagai implikasi daya beli masyarakat yang masih stagnan.

“Inflasi yang masih rendah ini mestinya menjadi pertimbangan BI pertahankan suku bunga acuannya," ujar Lana.

Sementara itu, PLN meminta pemerintah menjamin harga batu bara untuk DMO murah, terutama karena tarif listrik tidak naik tahun ini. Harga batu bara di pasar internasional saat ini di kisaran US$100 per metirk ton, dan PLN meminta harga batubara yang dijamin sekitar US$60 per metrik ton.

“Permintaan ini membuat sentimen negatif terhadap emiten batubara," tandas Lana.