PPRE Catat Pendapatan Rp930 Miliar Dalam Sembilan Bulan

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT PP Presisi Tbk (PPRE) membukukan pendapatan sebesar Rp930 Miliar atau tumbuh sekitar 271% secara year-on-year (YoY) dibandingkan pencapaian sembilan bulan 2016 yang tercatat sebesar Rp251 miliar. Hal itu ditopang oleh akuisisi 51% saham di PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA).

Direktur Utama PPRE, Iswanto Amperawan merinci, kombinasi dari pekerjaan beberapa proyek infrastruktur nasional, perolehan kontrak baru, serta akuisisi 51% saham di PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) berhasil mendorong pendapatan dan laba bersih Perseroan untuk tumbuh secara signifikan selama sembilan bulan di tahun 2017.

"Kontribusi terbesar pendapatan dalam sembilan bulan 2017 berasal dari Civil Work (termasuk Foundation Work) sekitar 61%, Sewa Peralatan Berat sekitar 16%, lalu Ready Mix sekitar 14%, sedangkan sisanya sekitar 9% disumbangkan oleh Form Work," ungkap Iswanto dalam siaran pers, Rabu (29/11/2017).

Sementara itu, Beban Pokok Penjualan tercatat sebesar Rp211 miliar atau tumbuh sekitar 299% dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Pencapaian ini merefleksikan Marjin Laba Usaha Perseroan sebesar 22,8% selama sembilan bulan 2017 dibandingkan 21,2% selama sembilan bulan 2016. Adapun Laba Bersih yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk tercatat sebesar Rp89 Miliar atau naik 234% dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp27 miliar.

Sedangkan EBITDA per sembilan bulan 2017 tercatat sebesar Rp322 miliar atau meningkat signifikan sebesar 246% dari Rp93 miliar per sembilan bulan 2016.

Sementara itu, total perolehan kontrak baru tercatat sebesar Rp4,2 triliun dalam periode Januari-Oktober 2017. Kontrak baru tersebut terdiri dari Perseroan (induk saja) sebesar Rp2,2 triliun dan dari LMA sebesar Rp2,0 triliun.

Adapun kontrak carry over yang dimiliki Perseroan adalah sebesar Rp4,9 triliun. Sedangkan Total Order Book sampai dengan Oktober 2017 adalah sebesar Rp9,1 triliun.

Asal tahu saja, PPRE menargetkan perolehan kontrak baru sebesar Rp5,8 triliun.