Ingin Pendapatan Tumbuh 10%, LMAS Jual Informasi Pada Emiten

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS) memasang target pertumbuhan pendapatan sebesar 10% dibanding pendapatan tahun 2016. Hal itu ditunjang oleh lini usaha penyedia jasa informasi kepada emiten dan media massa.

Sekretaris Perusahaan LMAS, Baso Amir menyatakan, pendapatan ditarget akan tumbuh 10% dibanding tahun 2016 yang sebesar Rp207,8 miliar.

“Itu target optimis, tapi kalau sama dengan tahun lalu sudah bagus sebab bisnis jasa layanan informasi sangat ketat persaingannya saat ini," kata di Jakarta, Selasa (1/8/2017).

Sementara itu, hingga akhir Juni 2017, penjualan bersih Limas tercatat sebesar Rp73,625 miliar dan meraih laba Rp4,34 miliar (Rp6 per saham). Adapun jumlah aset konsolidasi Perseroan per Juni 2017 sebesar Rp433,08 miliar.

Kedepannya, perseroan berkode saham LMAS ini, akan terus mengembangkan layanan Limas Solution. Ini merupakan produk Limas yang bersifat multi platform untuk melayani seluruh kebutuhan klien akan data informasi pasar modal yang komprehensif, akurat dan terkini dalam menyediakan informasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) berbentuk aplikasi berbasis desktop, website, mobile dan televisi, serta dalam format raw data (LimasFeed) sehingga memberikan fleksibilitas yang tinggi dan ragam pilihan yang luas bagi para pengguna di sisi klien.

Direktur LMAS, Edwin Lim menyatakan, akan mengembangkan layanan informasi Stock Widget, yang menampilan informasi saham secara ringkas namun padat.

Aplikasi ini umumnya disajikan dalam website korporat sebagai bagian dari menu Hubungan Investor, atau disajikan dalam format tampilan layar televisi (disebut Stock TV) yang dapat ditempatkan pada area-area yang strategis perusahaan .

“Layanan ini menyasar pasar emiten dan media massa," kata dia.

Lebih lanjut diterangkan, dengan layanan ini emiten dapat membandingkan kinerja saham dan kinerja keuangan dengan emiten sejenis dalam satu sektor.

"Saat ini kami mencoba menggarap pasar data-feed untuk korporasi ke perusahaan emiten dan media," imbuh Edwin.

Menurut dia, keunggulan layanan ini, emiten pengguna layanan dapat membandingkan kinerja saham dan kinerja keuangan dalam satu tampilan.

“Misalnya pada web BBNI juga menampilkan pergerakan saham BBNI dan BMRI, BBRI serta kinerjanya selama satu bulan, enam bulan dan setahun," kata dia.

Sementara itu, pengguna layanan ini terdiri dari sembilan emiten dan 10 media massa. Diharapkan sampai akhir tahun ini terdapat sembilan emiten lagi sebagai pengguna layanan.