ANALIS MARKET (21/11/2018) : Sentiment Global Masih Menjadi Fokus Pergerakan IHSG

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, diperdagangan Senin kemarin (19/11) indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah, indeks terkoreksi 7.05 poin (-0.12%) menjadi 6,005. Investor asing membukukan net buy di semua  perdagangan saham sebesar Rp.600,6 milyar. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar di pimpin oleh sektor properti (+0.79%), keuangan (+0.70%) sedangkan yang mengalami penurunan terbesar dipimpin oleh sektor infrastruktiur (-1.43%), pertambangan (-1.00%).

Adapun untuk perdagangan hari ini, Rabu (21/11/2018), analis Kiwoom Sekuritas menyebutkan, sentiment global masih menjadi fokus pergerakan IHSG. 

Penangkapan Carlos Ghosn, bos Nissan membuat saham-saham sector otomotif mengalami penurunan di Jepang. Carlos Ghosn ditangkap karena dugaan pemalsuan laporan gaji dan penggunaan uang perusahaan untuk tujuan pribadi. Ghosn pun akan dikeluarkan dari kursi dewan pada pekan ini akibat dari kejadian pemalsuan tersebut.

Sedangkan pasar saham Amerika Serikat juga di buka mengalami penurunan kemarin (20/11), menyusul prediksi buruknya kinerja peritel Target Corp dan Kohls Corp pada kuartal ini, namun yang terpenting adalah melemahnya permintaan iPhone yang menyebabkan penurunan kembali saham Apple.

Sementara itu, untuk pertama kalinya dalam 29 tahun sejarahnya dalam pertemuan, APEC gagal menyepakati pernyataan bersama untuk mengakhiri KTT itu. Hal tersebut, tentunya akan menambah ketidakpastian ekonomi di masa akan datang.

Namun untuk saat ini, fokus masih akan berada di proses Brexit, yang dimana menanti pertemuan Rancangan Kesepakatan pembahasan antara KTT Uni Eropa dan Inggris untuk disetujui.

Namun sebelum menuju kesana, penyampaian mosi tidak percaya untuk Theresa May ternyata hanya kurang 6 surat lagi. Tentu hal ini akan memberatkan langkah Theresa May dan menunda proses Brexit lebih lama lagi.

Selain itu, tampaknya pelaku pasar tidak lagi satu suara mengenai kenaikkan suku bunga acuan dari Bank Sentral Eropa tahun depan, hal ini memperlihatkan bahwa investor mulai khawatir terkait outlook ekonomi di kawasan Eropa.

Konsensus pasar atas kenaikkan suku bunga pertama kali ECB pada bulan Desember 2019, telah turun dari 100% menjadi 95%. Penurunan ini merupakan akibat dari masih tingginya tensi antara Italia yang tidak mau merevisi proposal anggaran untuk tahun depan. Meskipun dalam proposal anggarannya, Italia menargetkan deficit tumbuh 2.4% terhadap GDP, dan sebetulnya masih dalam batas syarat dari Uni Eropa yaitu sebesar 3%. Namun permasalahannya adalah, Italia menolak untuk mengurangi pinjamannya.

“Secara teknikal indeks IHSG hari ini berpotensi memiliki ruang koreksi dengan support dan resistance di level 5,973 - 6,036,” jelas analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Rabu (21/11/2018).