NAB Reksa Dana Hingga Akhir 2018 Diyakini Tembus Di Atas Rp 500 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – PT Danareksa Investment Management menilai, minat investasi reksa dana masyarakat diprediksi masih cukup baik sehingga berpotensi menaikkan nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana hingga akhir tahun 2018 ini di atas Rp 500 triliun.

Data OJK mencatat, di tahun 2018 ini, NAB reksa dana sempat menyentuh angka tertinggi Rp 507,5 triliun pada April 2018, meski kemudian turun seiring penurunan Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) serta kenaikan suku bunga acuan.

Namun, sejumlah sentimen positif seperti kondisi makro-ekonomi yang terjaga, dinilai akan membawa angin segar bagi pasar modal.

“Optimisme investor atas perekonomian Indonesia akan mendorong nilai NAB kembali naik. Dana kelolaan masih bisa didorong, karena tiap bulan, investor masih masuk ke reksadana,” kata Marsangap P. Tamba, Direktur Utama PT Danareksa Investment Management dalam siaran pers, Senin (19/11/2018).

Menurutnya, reksa dana berbasis saham termasuk ETF dan indeks masih akan menjadi kontributor utama kenaikan dana kelolaan sampai akhir tahun 2018.

Selain itu, reksa dana terproteksi juga berkontribusi pada kenaikan NAB di tengah kenaikan tren suku bunga acuan.

Asal tahu saja, data statistik pasar modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga 26 Oktober 2018, nilai aktiva bersih (NAB) industri reksa dana di luar reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) sudah menembus Rp 495 triliun atau naik 8% year to date (ytd) dibandingkan dengan akhir tahun 2017.

Kenaikan NAB tersebut, antara lain ditopang dengan pertumbuhan unit penyertaan (UP) yang tercatat tumbuh menjadi 374 miliar unit dari posisi tahun lalu yang sebesar 324 miliar.