Ingin Jadi Investor Pasar Modal, Pastikan Memiliki NPWP

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mewajibkan calon nasabah perbankan, asuransi dan pasar modal untuk memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Hal ini menjadi salah satu persyaratan jika ingin berinvestasi di pasar modal.

Financial Content Manager Cermati.com, Petrus Andre mengatakan, NPWP menjadi syarat yang ditanyakan saat ingin membuka Rekening Dana Nasabah (RDN) di pasar modal. Dan sebagai jaminan bank untuk mengenal calon debitur.

"Bank tentu mengajukan syarat-syarat yang berkaitan dengan hal tersebut. Selain KTP, kartu NPWP menjadi salah satu syaratnya," ujar dia, dalam siaran pers yang diterima Pasardana.id, Jumat (15/7/2016).

Ia melanjutkan, NPWP juga menjadi syarat penting bagi masyarakat Indonesia untuk permasalahan seperti: Pengajuan kredit ke bank; Membuka tabungan di bank; Investasi saham dan reksa dana pada perusahaan sekuritas; Pembuatan paspor; Pembuatan rekening Koran dan Pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Bahkan bagi warga negara yang tidak memiliki NPWP, terancam kurungan enam tahun penjara sebagaimana disebutkan oleh Undang Undang Nomor 28 tahun 2017 pasal 39 ayat 1.

Padahal, masyarakat dalam pengelolaan keuangannya, sangat menbutuhkan hal-hal diatas. Misalnya, Kredit Tanpa Agunan (KTA) sudah menjadi senjata ampuh bagi masyarakat Indonesia untuk mengatasi berbagai permasalahan keuangan, permodalan, dan sebagainya.

Namun, tahukah Anda, dewasa ini banyak dijumpai kejadian unik, saat proses pengajuan KTA mengharuskan adanya NPWP.