2018, BNI Asset Manajemen Incar Dana Kelolaan Rp25 Triliun

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT BNI Asset Manajemen menargetkan total dana kelolaan tahun depan mencapai Rp25 triliun. Untuk mendukung target itu, perseroan akan menambah ragam produk.

"Kami targetkan total dana kelolaan tahun depan mencapai Rp25 triliun," ujar Direktur Utama BNI Aset Manajemen, Reita Farianti di Kuta, Bali, Jumat (15/12/2017).

Dijelaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kinerja dana kelolaan baik dari sisi nilai maupun ragam produk pada tahun depan. Rincinya, perseroan akan menambah satu produk reksa saham.

"Produk ini akan memperkaya ragam reksa dana saham yang menjadi penyumbang dana kelolaan terbesar," kata dia.

Selanjutnya, anak usaha PT BNI Tbk (BBNI) juga tengah meramu dua produk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan akan diluncurkan pada tahun depan.

"RDPT Itu dari proyek-proyek infrastruktur BUMN dan anak usahanya," jelas dia.

Ditambahkan, pihaknya juga akan melanjutkan penerbitan reksa dana bursa Atau ETF yang sejatinya direncanakan terbit tahun ini. Tapi untuk lebih mematangkan produk ETF tersebut akan diterbitkan tahun depan.

"ETF yang kami terbitkan diharapkan memiliki dana kelolaan Rp1 triliun," ungkap dia.

Asal tahu saja, ETF yang akan diterbitkan tersebut akan menjadi produk pertama yang menggunakan acuan indek internasional, dalam hal ini indeks MSCI (Morgan Stanley Capital International), sehingga akan memudahkan investor asing dalam menentukan investasi.

"Untuk produk ini kami mengincar investor asing," kata dia.

Sebagai informasi, BNI Asset Manajemen pada akhir tahun 2017 mengincar total dana kelolaan atau nilai aktiva bersih (NAB) sebesar Rp20 trilliun. Sementara hingga akhir minggu kedua bulan terakhir tahun ini, perseroan telah mengumpulkan Rp19,1 triliun.