ANALIS MARKET : Sentimen Stabilnya Harga Obligasi Global Bayangi Pergerakan IHSG Hari Ini

foto : istimewa

Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangan hari ini bergerak cenderung mendatar. Mulai stabilnya harga obligasi global berpotensi menopang potensi rebound hari ini, namun posisi jual investor asing yang masih cukup tinggi dapat membayangi pergerakan IHSG. 

Faktor lain yang turut mempengaruhi, Dow Jones turun 0.55 poin pada level 21,409 setelah anak presiden Amerika, Trump Jr. merilis email terkait hubungannya dengan Rusia dalam proses Pilpres tahun lalu. 

Adapun bursa regional dibuka cenderung menurun pagi ini seiring langkah investor mencermati isi email tersebut. 

“Menyikapi beberapa faktor diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung mendatar karena ditutup dekat dengan garis diagonal support kuat," sebut analis Kiwoom Sekuritas yang dilansir dari laman resminya, Rabu (12/7/2017).

Lebih lanjut diungkapkan, beberapa aksi korporasi dari para emiten juga perlu dicermati pelaku pasar, antara lain;

BNII - Emisi obligasi 
PT Bank Maybank Indonesia (BNII) menerbitkan surat utang senilai total Rp 1.1 Triliun melalui penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi II tahap I dan sukuk mudharabah II tahap I.

Obligasi BNII terbagi dalam tiga seri, yakni Seri A sebesar Rp 435 Miliar dengan kupon 8% dan jatuh tempo pada 11 Juli 2022, Seri B sebesar Rp 300 Miliar dengan kupon 8.5% dan jatuh tempo pada 11 Juli 2024, dan Seri C senilai Rp 100 Miliar dengan kupon 8.65% dan jatuh tempo pada 11 Juli 2027. Selain itu, perseroan menerbitkan satu seri sukuk mudharabah senilai Rp 266 Miliar. 

CNKO - Pemutusan kontrak dengan PLN 
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memutus perjanjian jual beli listrik atas 2 unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) karena tidak dapat mencapai tanggal operasi komersial PLTU dalam perjanjian awal.

Manajemen CNKO menjelaskan kendala keterlambatan terjadi akibat kenaikan biaya investasi karena depresiasi kurs Rupiah terhadap US$ sehingga bank menunda/membatalkan pencairan pinjaman.  

FREN - Rencana emisi OWK 
Manajemen PT Smartfren Telecom (FREN) tengah mengkaji opsi emisi obligasi wajib konversi (OWK) pada 2H 2017. Selama ini FREN telah menerbitkan OWK senilai total Rp 9 Triliun. Hingga akhir tahun lalu OWK yang telah diterbitkan mencapai Rp 7.6 Triliun.

Pada bulan Maret lalu FREN menerbitkan OWK senilai Rp 1.4 Triliun. Tahun ini FREN mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 2 Triliun untuk pembangunan infrastruktur seperti kebutuhan BTS, fiber optic, dan peralatan radio. 

MLBI - Pengalihan produksi minuman non-alkohol 
PT Multi Bintang Indonesia (MLBI) melakukan perjanjian afiliasi dengan anak usahanya, PT Tirta Prima Indonesia (TPI). Dalam perjanjian tersebut, MLBI mengalihkan operasional pabrik minuman non-alkohol Kepada TPI. Seluruh aset tetap berupa pabrik minuman non-alkohol dialihkan kepada TPI. Dimana TPI akan menggunakan aset tersebut untuk memproduksi minuman non-alkohol secara komersial.

TPI merupakan anak usaha MLBI hasil joint venture dengan perusahaan alkohol Heineken Asia Pasific Pte. Ltd. dari Singapura. Sebesar 99.9% saham TPI dimiliki oleh MLBI. Kepemilikan tersebut setara dengan nilai Rp 149.85 Miliar. 

MYTX - World Harvest Textile membeli 77.53% saham 
PT World Harvest Textile resmi mengakuisisi PT Asia Pacific Investama (MYTX) dengan membeli 77.53% saham MYTX pada tanggal 20 Juni 2017. Aksi ini telah disetujui dalam RUPSLB 11 Juli lalu.

MYTX juga tengah menyiapkan belanja modal senilai US$ 5 Juta hingga US$ 10 Juta tahun ini yang berasal dari kombinasi kas internal dan suntukan modal pemegang saham baru. Dana belanja modal ini akan digunakan untuk perbaikan dan modernisasi mesin.