ANALIS MARKET : IHSG Diprediksi Bergerak Cenderung Menurun Hari Ini

foto : istimewa

Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak cenderung menurun hari ini.

Beberapa factor mendasari prediksi tersebut, antara lain; posisi Dow Jones naik 89.4 poin ditutup pada level tertinggi baru 21,271.97 setelah dengar pendapat mantan Direktur FBI dengan Senat. Adapun EIDO turun 1.2% pada level 26.66 hari Jumat lalu.

Sebelumnya, IHSG turun menembus garis diagonal support kuat, tutup di bawah level terendah sebelumnya seiring aksi profit taking investor asing.

“Menyikapi beberapa sentiment diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung menurun hari ini," sebut analis Kiwoom Sekuritas yang dilansir dari laman resminya, Senin (12/6/2017).

Selain itu, pelaku pasar juga perlu mencermati beberapa aksi korporasi emiten yang diperkirakan dapat mempengaruhi pola pergerakan di lantai bursa, antara lain;

BIRD - Belanja modal  
PT Blue Bird (BIRD) akan membuat divisi khusus untuk mengembangkan bisnis usaha shuttle bus dengan target lokasi pengembangan shuttle bus di wilayah Jabodetabek dan transportasi bandar udara. Pengembangan shuttle bus tahun ini memanfaatkan alokasi dana belanja modal sekitar Rp 1.2 Triliun.

BIRD akan belanja sejumlah armada shuttle bus dan sebagian akan digunakan untuk meremajakan taksi lama. Sumber dana belanja modal tahun ini berasal dari kas internal dan kemungkinan mencari pinjaman dari pihak ketiga. BIRD juga melanjutkan kerjasama dengan PT Gojek Indonesia untuk menambah wilayah kerjasama di Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, dan Makassar. 

ELSA - Kontrak baru 
PT Elnusa (ELSA) meraih kontrak eksplorasi migas senilai lebih dari Rp 1 Triliun hingga 1H 2017. Sebagian besar kontrak pekerjaan untuk lapangan migas pertamina dan meliputi kegiatan jasa survey seismic dan jasa pengobaran darat. Kegiatan jasa eksplorasi terbaru tengah dikerjakan ELSA, diantaranya pekerjaan jasa survey seismic darat 3D di Papua Barat dengan area survey seluas kurang lebih 500 Km² yang sudah dimulai sejak Juni dan diperkirakan selesai dalam 1 tahun.

Selain itu, terdapat pula pekerjaan yang akan segera dimulai pada bulan depan, diantaranya jasa survey seismic laut 3D di Aceh, serta pekerjaan jasa pengeboran sumur darat di Kalimantan Timur dengan menggunakan modular rig Elnusa yang berkekuatan 1,600 HP. 

MASA - Belanja modal 
PT Multi Strada Arah Sarana (MASA) mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar US$ 36 Juta. Hampir seluruh anggaran belanja modal akan digunakan untuk penambahan kapasitas pabrik ban sepeda motor.

Saat ini MASA memiliki pabrik ban sepeda motor berkapasitas 6 juta unit per tahun dengan tingkat utilisasi produksi saat ini sebesar 70%. Setelah penambahan kapasitas pabrik, diharapkan pangsa pasar MASA dapat naik menjadi sekitar 20% hingga 30%. 

WTON - Kontrak baru 
PT Wijaya Karya Beton (WTON) membukukan kontrak baru senilai Rp 2.3 Triliun pada 5M 2017, sekitar 32.5% dari target perolehan kontrak baru tahun ini senilai Rp 7 Triliun.

Perolehan kontrak baru berasal dari beberapa proyek seperti pembangkit listrik, jalan tol Gempol Porong (Jawa Timur), Jalan tol di Lampung, pabrik kelapa sawit di Kalimantan Tengah, dan proyek stasiun MRT di Jakarta. Manajemen menargetkan perolehan pendapatan tahun ini sebesar Rp 6 Triliun serta laba bersih Rp 400 Miliar.