PT Delta Djakarta Raih Pendapatan Rp1.659 Miliar di Tahun 2016

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - PT Delta Djakarta Tbk mencatat kenaikan pendapatan penjualan kotor sebesar 5,4% atau sejumlah Rp1.659 miliar di tahun 2016, dibandingkan dengan Rp1.573 miliar pada tahun 2015.

“Adapun laba usaha konsolidasian tumbuh sebesar 30.0% dibandingkan tahun sebelumnya (2015). Sementara itu, perseroan mencatat marjin keuntungan sebesar 17,7%, yang merupakan peningkatan signifikan dari angka 14,4% yang dicapai ditahun 2015," ungkap Alan V. Fernandez, Finance Director PT Delta Djakarta Tbk saat acara Paparan Publik di Jakarta, Rabu (03/5/2017) kemarin.

Lebih lanjut dijelaskan, ekspansi keberbagai wilayah baru telah menghasilkan peningkatan volume penjualan. Meskipun demikian, perseroan masih belum memiliki rencana untuk melakukan ekspansi pabrik maupun pasar ekspor di tahun 2017 ini.

“Kami masih fokus ke pasar domestik yang masih besar peluangnya untuk digarap, terutama di daerah destinasi wisata," terang Alan.

Ronny Titiheruw, Marketing & Independent Director PT Delta Djakarta Tbk menambahkan, untuk menarik minat konsumen yang cukup tinggi, perseroan memperkenalkan produk baru yakni San Miguel Cerveza Negra yang merupakan ikon bir perusahaan induk, yang membidik segmen market premium.

“Kini mulai diproduksi dalam bentuk kemasan botol dan kaleng dan tersedia di modern market. Kami yakin merek ini akan menjadi bir pilihan pelanggan dengan selera yang lebih berkelas," terang Ronny.

Terkait rencana penjualan saham, yang diwacanakan pasangan calon Anies-Sandi yang memenangkan Pilkada DKI 2017, Ronny enggan untuk mengomentarinya.

Dirinya mengaku bahwa pihak perseroan belum ada pembicaraan apapun dengan pihak Pemprov DKI Jakarta yang memiliki 26,25% saham di PT Delta Djakarta.

“Perusahaan kami belum bisa memberikan informasi apapun terkait wacana keinginan penjualan saham, karena belum ada pembicaraan apapun terkait hal itu," jelas Ronny.

Namun diakui Ronny, jikapun nanti saham Pemprov DKI jadi dijual, hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kinerja perseroan.

“Tidak berpengaruh, biasa saja," tandasnya.