Target Investasi Rp100 T, Jakarta Segera Miliki Investment Center

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta menyatakan komitmen untuk memperbaiki pelayanan di bidang pengurusan perizinan dan non perizinan bagi masyarakat.

Hal tersebut membuahkan hasil yang signifikan. Terbukti, sepanjang tahun 2017 DPMPTSP berhasil menorehkan prestasi kinerja positif serta pencapaian yang cukup besar.

"DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta bersama seluruh jajaran berhasil mewujudkan layanan prima yang tercermin dari jumlah layanan perizinan dan non perizinan yang kami keluarkan, serta pengoptimalan fasilitas-fasilitas layanan yang berdampak langsung dengan tingkat kepuasan masyarakat," ujar Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta Edy Junaedi di Jakarta (3/1/2017).

Lebih lanjut, Edy juga menjabarkan pencapaian yang berhasil diraih oleh DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta 2017. Salah satunya, DPMPTSP DKI Jakarta sudah mengeluarkan jumlah pelayanan perizinan dan non perizinan sepanjang tahun 2017 sampai dengan bulan November sebanyak 4.982.626 izin/ non izin.

"Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2015 lalu yakni sebanyak 4.138.021 izin/ non izin dan tahun 2016 sebanyak 4.564.309 izin/ non izin," jelas Edy.

Menurutnya, seluruh fasilitas layanan dan inovasi layanan yang dilakukan berdampak pada kenaikan realisasi investasi di Jakarta yang menembus Rp74,8 triliun atau meningkat 76% berdasarkan data yang dihimpun dari BKPM RI. Angka tersebut merupakan pencapaian tertinggi Pemprov DKI Jakarta dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Sementara itu, dalam rangka mendorong kemajuan iklim investasi yang lebih baik, pada 2018, Edy menyatakan bahwa pihaknya akan segera mendirikan Jakarta Information and Investment Center yang menjadi pusat untuk mengatur investasi yang masuk dari luar negeri agar mencapai laba yang maksimal.

Hal ini sekaligus sebagai upaya dalam mewujudkan target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk realisasi investasi di Jakarta tahun 2018 menembus Rp100 triliun.

"Di awal tahun 2018, kami akan melahirkan inovasi, Jakarta Information and Investment Center. Dengan adanya program ini, setiap proyek investasi akan diberikan red carpet dalam hal layanan perizinan. Petugas kami akan melayani dan mengawal hingga akhir proses perizinan," pungkas Edy.