Presiden : Sangat Penting Bagi Indonesia untuk Masuk di List Investment Grade S&P

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya Indonesia untuk masuk dalam list negara-negara layak investasi dari lembaga pemeringkat terbesar dunia, Standard & Poor's (S&P).

"Kita harus mendapat peringkat layak investasi untuk memperluas akses Indonesia ke pasar keuangan internasional, dengan biaya tentu saja lebih rendah. Juga biaya korporasi lebih murah," kata Presiden Jokowi, saat memimpin rapat terbatas bidang ekonomi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/5/2016).

Ditambahkan, langkah-langkah perbaikan bukan hanya menyangkut peringkat dan kemudahan berusaha, tetapi harus mencapai predikat investment grade. 

"Kita harus meningkatkan persepsi positif Indonesia, yang artinya mendorong peningkatan arus modal masuk, arus uang masuk, dan arus investasi masuk ke Indonesia," ujar dia.

Rapat yang dihadiri Wapres Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja, secara khusus membahas tentang langkah konkret pemerintah untuk mendorong peringkat kemudahan berusaha di Indonesia dari 109 menjadi 40, pada tahun depan.

Hadir juga Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Sebelumnya, Pemerintah telah mengeluarkan 12 Paket Kebijakan Ekonomi untuk memudahkan kalangan dunia usaha berbisnis di Indonesia. Selain itu, pemerintah juga telah memangkas berbagai aturan yang dinilai berpotensi menghambat arus masuk investasi ke dalam negeri.

Adapun saat ini, S&P adalah satu-satunya lembaga pemeringkat bertaraf internasional yang belum memberikan label investment grade kepada Indonesia.

Sebelumnya, Fitch Ratings dan Moody's telah memberikan afirmasi investment grade Indonesia sejak tahun 2012.