BI Klaim Peredaran Uang Dilakukan Sesuai Kebutuhan

foto : istimewa

Pasardana.id - Bank Indonesia (BI) mengemukakan, peredaran jumlah uang tunai yang dilakukannya sesuai kebutuhan masyarakat. Hal ini meliputi jenis pecahan, kelayakan peredaran, dan waktu peredaran.

Uang tidak layak edar ditarik oleh BI digantikan dengan uang baru yang dicetaknya.

"Jumlah ini tidak menambah uang yang beredar di masyarakat," kata Tirta Segara, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI di Jakarta, belum lama ini.

Penambahan jumlah uang yang beredar tidak dilakukan BI dengan memusnahkan uang yang tidak layak edar. Hal ini berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

"Pemusnahan uang setiap tahunnya tercatat dalam Lembaga Negara Republik Indonesia," ujarnya.

Pencetakan uang, jelas Tirta, dilakukan BI kepada Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum Peruri). Langkah tersebut termasuk pencetakan uang 2016.

"Dalam proses ini, dilaksanakan pula verifikasi atau penghitungan ulang oleh BI," jelasnya.

Adapun BI melaporkan pengelolaan uang rupiah kepada DPR setiap tiga bulan. Audit juga dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap BI pada pencetakan, pengeluaran, dan pemusnahan uang,

"Audit oleh BPK RI dilakukan dua kali dalam setahun, terdiri dari audit umum dan audit terkait pengelolaan uang," pungkasnya.