BKPM Arahkan Investasi ke Daerah Perbatasan
Pasardana.id - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan kebijakan investasi belum dilakukan secara merata di Indonesia. Langkah ini hanya diprioritaskan di Pulau Jawa dan tidak dilakukan kepada proyek-proyek padat modal.
Padahal, banyak investor berminat menanamkan modal di daerah-daerah. Hal ini akan diarahkan BKPM ke daerah-daerah perbatasan.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Mereka harus diarahkan ke destinasi sektor-sektor non-tradisional,ââÅ¡¬ kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong di Jakarta, kemarin.
Sejumlah langkah dilakukan pemerintah untuk merealisasikan rencana tersebut, dengan pendekatan khusus kepada investor. Hal itu telah diimplementasikan Kementerian Desa dengan penggunaan dana desa untuk menstimulasi permodalan dan penciptaan lapangan kerja.
Asal tahu saja, sejumlah potensi bisnis dimiliki setiap daerah. Hal ini bisa disesuaikan dengan model bisnis yang diinginkan investor.
ââÅ¡¬ÃƒÆ’…Jika peluang investasi dibuka pada wilayah perbatasan, maka investor yang akan masuk akan berasal dari negara tetangga yang sudah memahami karakteristik lokasi,ââÅ¡¬ ujarnya.
Sementara itu, data BKPM menyebutkan, modal sebanyak Rp50 triliun telah ditanamkan oleh investor di Tanah Air pada kuartal I 2016. Dari angka itu, terbesar pada sektor perindustrian yakni senilai Rp25,5 triliun untuk 580 proyek.
Untuk sektor terkecil membidik sektor keuangan, asuransi, dan real estate yakni sebesar Rp142 miliar dengan 61 proyek.

