Tujuh Manajer Investasi Global Kehilangan Dana Hingga US$50 Miliar

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Tujuh manajer investasi (MI) atau fund manager papan atas minggu ini melaporkan adanya penarikan dana (net redemption) dengan nilai total US$50 miliar selama kuartal ketiga tahun ini. 

Penarikan dana terbesar dialami Franklin Resources Inc dengan nilai US$ 22,1 miliar, AllianceBernstein kehilangan dana nasabah hingga US$ 15,3 miliar dan Waddell & Reed Financial Inc kehilangan dana sebesar $ 4,9 miliar.

Pada kuartal kedua saja, tujuh MI ini sudah mengalami capital outflow senilai US$ 34 miliar. Data-data ini merupakan bukti bahwa investor frustrasi dengan biaya tinggi dan kinerja biasa-biasa saja dari produk akitf yang dikelola MI ini, dan mengalihkannya ke investasi berbiaya murah namun pasif seperti deposito dan reksa dana terproteksi.

Dalam periode 12 bulan sejak akhir September tahun lalu hingga akhir September 2016, telah terjadi penarikan dana aktif hingga US$ 295 miliar sedangkan aset pasif mengalami kenaikan US$ 454 miliar, demikian menurut data dari Morningstar Inc, Senin (31/10).

"Pergeseran dari aktif ke pasif merupakan tren percepatan dan belum akan berlalu segera," kata Benjamin Phillips, seorang pelaku dari perusahaan konsultan Casey Quirk by Deloitte.

Dalam periode 12 bulan tersebut, perusahaan investasi publik BlackRock Inc., telah menarik dana hingga US$ 55 miliar, menarik lebih dari 90 persen dari ETF.

Vanguard Group, yang dikenal menaruh dana di ETF, juga menarik US$ 78 miliar simpanannya dalam periode itu.

Unit manajemen aset dari Ameriprise Financial Inc melaporkan, pencairan US$ 4.3 miliar dari dana aktif pada kuartal ketiga dibandingkan US$ 7,4 miliar pada tahun lalu.

T. Rowe Price kehilangan dana nasabah US$ 200 juta. Pada hari Jumat, Legg Mason Inc juga melaporkan arus keluar kuartal kedua sebesar US$ 300 juta termasuk alternatif arus keluar sebesar US$ 1,6 miliar dan arus keluar modal US$ 1,5 miliar, yang sebagian diimbangi oleh arus masuk ke produk pendapatan tetap sebesar US$ 2,8 miliar.

CEO Waddell & Reed, Philip Sanders mengatakan, ada permintaan yang lebih rendah untuk produk dikelola secara aktif perusahaan. Dia juga menunjuk "perubahan peraturan yang signifikan" dan tekanan biaya sebagaimana yang mendorong pergeseran tersebut.

"Industri kami sedang mengalami masa perubahan transformasional," kata Sanders.

Janus Capital Group Inc melaporkan dana senilai US$ 2,4 miliar pencairan bersih di kuartal ketiga, nilai paling besar dalam setahun. Perusahaan yang berbasis di Denver - AS ini, melihat arus keluar di produk ekuitas global dan pendapatan tetap.

Awal bulan ini, Janus mengumumkan rencana untuk merger dengan MI asal Inggris, Henderson Group Plc agar perusahaannya tetap kompetitif. Henderson juga melaporkan, bahwa minggu ini, ada penarikan dana pada kuartal ketiga kemarin.