Penguatan Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Keluar dari Jebakan Middle Income Trap

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro menilai, penguatan inovasi dan teknologi menjadi kunci Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). 

"Kalau mau keluar dari jembakan middle income dengan mengembangkan teknologi melalui pendekatan inovatif," kata Bambang dalam seminar Pekan Inovasi Teknologi LIPI 2016, di Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/10) kemarin.

Dijelaskan, belum banyak negara yang lolos menjadi negara berpendapatan tinggi, dan terjebak di middle income trap. Namun ada beberapa negara yang lolos seperti Korea Selatan dan Taiwan.

"Cara Korea Selatan dan Taiwan lolos dari negara berpendapatan menengah, dengan menguasai teknologi. Tahun 2008 mereka buktikan menjadi tuan rumah Asian Games," katanya. 

Ditambahkan, apa yang dilakukan oleh Korea Selatan dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia untuk mengembangkan teknologi dan inovasinya. Sehingga tidak lagi mengandalkan sumber daya alam yang tersedia. 

"Indonesia terlalu nyaman dengan kekayaan sumber dayanya. Korea tidak mempunyai sumber daya, sehingga mereka harus bertahan, dengan mengembangkan manufaktur, dan teknologi, inovasi," tegasnya.

Meskipun demikian, Bambang menyebutkan, teknologi saya tidak cukup, harus ada kemampuan yang sama dengan Korea Selatan yang memiliki strategi teknologi yang bisa diterima oleh pasar. 

"Inovasi berbasis pengetahuan menjadi penting, mendorong inovasi, technopreneurs. Kita sudah harus mulai berfikir apa yang menjadi keunggulan Indonesia. Inovasi yang bisa langsung membuat dampak, bisa menciptakan lapangan kerja baru, manfaat inovasi dalam teknologi harus jelas," tandasnya.