Apakah nilai NAB pada reksa dana bisa bernilai 0 ?
By Ryan Filbert
@RyanFilbert
Ketika pasar terus mengalami penurunan maka tidak sedikit investor yang memperhatikan nilai NAB pada reksa dana yang dimilikinya dengan cemas.
Seperti yang kita ketahui bahwa setiap penawaran perdana atau pertama kali sebuah reksa dana umum diterbitkan maka nilai NAB dari reksa dana tersebut akan bernilai Rp 1000 per unit.
Ketika kita membeli reksa dana senilai Rp 100.000 dengan harga NAB pertama kali, maka kita akan mendapatkan sebanyak 100 unit.
Namun seiring dengan waktu, reksa dana dikelola oleh manager investasi atau fund manager, dimana mereka akan mengelola reksa dana tersebut dengan segala daya dan upaya agar bisa mengembangkan aset nya.
Sehingga besar harapan bahwa nilai NAB nya mengalami pertumbuhan dan bergerak beranjak menjauhi nilai Rp 1000 per unitnya.
Meskipun telah diupayakan yang terbaik, kita mengetahui dengan kondisi perekonomian yang memburuk, terjadi perlambatan ekonomi dan mungkin krisis finansial maka kemungkinan besar membuat nilai NAB reksa dana juga mengalami penurunan.
Penurunan yang terjadi pada NAB reksa dana tidak hanya berhenti pada harga Rp 1000 atau berhenti sama seperti pertama kali diterbitkan, namun bisa saja menjadi lebih rendah dari Rp 1000.
Menjadi kekhawatiran tersendiri bagi investor pemilik reksa dana melihat NAB reksa dana yang dimiliki sudah bergerak lebih rendah dari harga pembukaannya, apakah Anda juga pernah mengalami hal ini?
Apakah reksa dana juga bisa turun terus menerus hingga menjadi Rp 0 atau tidak ada nilainya lagi?
Sebelum kita bisa menjawabnya, maka kita juga perlu mengetahui bahwa dalam pengelolaan dana, seorang manager investasi, juga tidak bisa mengalokasikan investasinya terkonsentrasi pada sebuah efek. Misalnya, meskipun ada reksa dana yang disebut sebagai reksa dana saham, tidak serta merta, manager investasi boleh mengalokasikan dana untuk investasi pada saham sebesar 100% pada 1 jenis saham.
Artinya, sebuah reksa dana saham sekalipun tidak berisi hanya 1 buah saham saja, melainkan terdapat beberapa saham yang dikelola oleh manager investasi tersebut.
Bila reksa dana memiliki NAB atau nilai aktiva bersih sebesar Rp 0, maka artinya dapat kita bayangkan semua saham yang dimiliki atau dipilih oleh manager investasi harus bernilai Rp 0 bukan?
Apakah saham bisa bernilai Rp 0? Jawabannya tentu bisa, apabila saham tersebut berasal dari perusahaan yang jatuh bangkrut maka nilai sahamnya sudah dapat dikatakan tidak ada nilainya.
Namun, apabila seorang manager investasi yang telah memilih beberapa saham, dimana tentunya saham-saham tersebut yang dipilih juga memiliki performa yang baik, berpotensi berkembang, lalu dalam jangka waktu secara bersamaan saham-saham tersebut jatuh bangkrut sehingga membuat NAB reksa dana menjadi RP 0, apa yang mungkin bisa terjadi?
Mungkin sebuah kejadian perang atau bahkan kiamat akan terjadi pada negaranya bukan? Coba kita bayangkan 10 perusahaan terbaik yang ada di Indonesia dan sahamnya diperdangkan dibursa, secara bersamaan bangkrut dan tutup bersamaan bukankah itu sebuah hal yang jauh menyeramkan?
Ya, artinya mungkin bila hari itu terjadi, kita juga sudah tidak lagi berpikir mengenai investasi, pastinya negara dalam keadaan porak poranda, dan kita juga sama-sama bingung atas sebuah kondisi super heboh dan ultra langka tersebut diatas memikirkan uang dan investasi.
Sehingga pada kesimpulannya, nilai reksa dana dengan NAB menjadi Rp 0, ya hal itu memang mungkin terjadi, namun bila hal itu dapat terjadi dengan kemungkinan yang amat sangat kecil bisa terjadi.
Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksa dana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis, hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain:Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi, dan Hidden Profit from The Stock Market, Bandarmology , dan Rich Investor from Growing Investment.
Di tahun 2015 Ryan Filbert menerbitkan 2 judul buku terbarunya berjudul Passive Income Strategy dan Gold Trading Revolution. Ryan Filbert juga sering memberikan edukasi dan seminar baik secara independen maupun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

