Meraih Keuntungan dalam Berinvestasi dengan Naik Turunnya Pasar

foto : ilustrasi (ist)

By Ryan Filbert
@RyanFilbert

Para investor dalam kehidupan sehari-harinya melakukan investasi akan bertemu dengan kondisi pada pasar yang mengalami kenaikan dan penurunan.

Naik dan turunnya keadaan pasar tentunya akan membuat investasi yang dimilikinya juga mengalami trend naik dan turun. Contoh sederhananya dengan kita memiliki reksa dana, dengan memiliki reksa dana pada sebuah kondisi pasar yang sedang lesu, apakah reksa dana kita mengalami penurunan? Jawabannya adalah besar kemungkinan juga ikut melemah, namun, sebuah catatan penting bahwa sebuah reksa dana yang baik, pastinya dapat memiliki kinerja lebih baik dibandingkan keadaan pasar, itulah mengapa kita harus lebih nyaman dengan berinvestasi pada reksa dana.

Dalam kondisi naik dan turun, sebenarnya pasar hanya akan bergerak menjadi 3 pilihan utama yaitu naik, turun maupun mendatar, dalam bahasa ekonomi dan pasar akan dikenal dengan uptrend, downtrend dan sideways.

Uptrend adalah sebuah kondisi nilai pasar naik dari hari ke hari, ini adalah sebuah fase yang paling disenangi oleh semua pihak yang sedang berinvestasi karena investasinya mendapatkan keuntungan.

Sedangkan fase downtrend adalah sebuah kondisi yang sering menjadi sebuah kondisi membuat frustasi, bayangkan hari ini sudah turun, besok mengalami penurunan dan meskipun sudah turun sedemikian rupa, masih akan turun lagi keesokan harinya. Semua berita di surat kabar dan televisi beserta radio mendengungkan hal-hal yang tambah membuat khawatir investor, apakah Anda juga sebagai investor pernah merasakan kondisi ini?

Pada kondisi lain yang disebut sideways atau mendatar, pergerakan mendatar adalah sebuah pergerakan yang tidak kalah membuat orang yang telah memiliki investasi dan belum memiliki investasi frustasi, yang belum memiliki frustasi karena berharap harga akan mengalami penurunan agar bisa membeli investasinya, sedangkan yang sudah berinvestasi merasa frustasi karena aset yang dimiliki tidak kunjung naik.

Lalu menjadi sebuah pertanyaan besarnya, Bagaimana kita menjadi seorang investor dalam menghadapi naik turunnya pasar dan bisa meraih keuntungan?

Ada beberapa point sederhana agar kita bisa menjadi seorang investor yang tangguh dan bisa meraih keuntungan, dan segera ambil bagian dalam kalangan investor seperti ini:

1. Jangan bereaksi akibat berita

Investor maupun calon investor kadang menjadi terprovokasi dengan sebuah pemberitaan.

Bila kita perhatikan lebih seksama, berita muncul setelah terjadinya sebuah peristiwa, apakah Anda sependapat?

Ketika pasar tiba-tiba bereaksi dan mengalami penurunan, maka berita menuliskan apa penyebab pasar mengalami penurunan, respon kita terhadap berita yang melakukan aksi panik akibat berita sebenarnya sebuah kondisi yang sudah separuh terlambat.

Meski memang benar ada pepatah Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Namun coba bayangkan apa jadinya bila setiap berita keluar seorang investor panik menjual aset nya, dan setiap berita baik datang investor juga panik membeli aset.

Menjadi sebuah kondisi yang selalu terlambat bukan?

Investor kelas dunia yang telah berhasil Warren Buffett justru menyarankan sebaliknya Rakuslah membeli ketika pasar panik menjual dan berita sedemikian buruk, dan rakuslah menjual ketika pasar naik begitu tingi dan berita sedemikian baik. 

2. Fokus pada nilai bukan harga

Ketika Anda berinvestasi pada reksa dana, Anda akan mendapatkan dampak atas kenaikan dan penurunan pasar juga tentunya.

Tidak sedikit kepanikan dan rasa serakah terjadi baik pada saat pasar naik dan turun.

Apakah yang naik dan turun?

Ya, hargalah yang menentukan sebuah pasar dalam keadaan naik dan turun.

Sebagai seorang investor yang akan mendapatkan keuntungan di jangka waktu sesuai dengan rencana investasinya justru hendaklah berpusat pada fokus nilai bukan bereaksi terhadap harga.

Apa maksudnya?

Ketika Anda memiliki reksa dana, maka manager investasi akan telah memilihkan portfolio terbaik, bila reksa dana saham, manager investasi akan memilihkan racikan saham yang terbaik menurut analisa mereka, bila reksa dana pendapatan tetap, mereka akan memilihkan surat hutang terbaik bagi Anda.

Perusahaan-perusahaan yang manager investasi telah pilihkan bagi Anda akan terus mengalami pertumbuhan seiring dengan pertumbuhan dari negara Republik Indonesia.

Sehingga bila kita melihat kekuatan dan pertumbuhan (nilai) dari Indonesia yang semakin baik adalah sebuah pertimbangan untuk tidak selalu panik pada setiap fluktuasi turunnya pasar.

Indonesia saat ini memiliki nilai pertumbuhan yang baik, dengan terkendalinya inflasi, pertumbuhan nilai devisa yang cukup serta banyak hal-hal mudah yang kita perhatikan sebagai sebuah pertumbuhan dengan nilai yang baik.

Sehingga dengan menjadi seorang investor yang akan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang kita hanya perlu memiliki pandangan yang luas dan analisa yang sedemikian sederhana.

Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksa dana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis, hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain:Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi, dan Hidden Profit from The Stock Market, Bandarmology , dan Rich Investor from Growing Investment.
Di tahun 2015 Ryan Filbert menerbitkan 2 judul buku terbarunya berjudul Passive Income Strategy dan Gold Trading Revolution. Ryan Filbert juga sering memberikan edukasi dan seminar baik secara independen maupun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).