Investasilah! Berapapun pendapatan Anda hari ini!

foto : ilustrasi (ist)

By Ryan Filbert
@RyanFilbert

Setidaknya ada 2 golongan orang di dunia ini dalam menyikapi investasi, yakni sudah berinvestasi dan belum melakukan investasi.

Investasi bisa banyak sekali bentuknya, mulai dari memiliki saham, properti, bahkan hingga bisnis adalah sebuah investasi.

Namun pada kwadran orang-orang yang belum berinvestasi terdapat beberapa hal umum yang menyebabkan mereka belum berinvestasi.

1. Investasi itu besar dan mahal

Banyak orang yang belum mengetahui bahwa investasi dari hari ke hari semakin terjangkau sama halnya dengan trend harga gadget yang semakin murah meriah.

Investasi pada pasar modal bukanlah sebuah barang mahal dan mewah, bayangkan dengan reksa dana, saat ini Anda sudah dapat berinvestasi dengan Seratus Ribu Rupiah saja!

Kadang asosiasi lainnya adalah investasi yang murah semacam reksa dana yang hanya dengan Rp 100.000 tidak akan memberikan hasil yang baik, mungkin pemikiran tersebut muncul dari buruknya kwalitas barang-barang murah atau harga miring, namun jangan kahwatir berinvestasi pada reksa dana contohnya, uang Anda dengan nilai Rp 100.000 maupun 1 miliar rupiah tetap akan merasakan pertumbuhan yang sama!

Dengan sebuah simulasi sederhana, berinvestasi setiap bulan Rp 100.000 pada reksa dana, secara ilustrasi selama 25 tahun akan membuat Anda memiliki hasil investasi sebesar 2,4 miliar!

2. Investasi itu sulit dan 'mainan' orang pintar

Sebagai orang yang awam, tidak jarang memiliki pandangan berinvestasi pada pasar modal adalah sebuah hal yang sangat sulit, kenapa sulit? Karena memiliki istilah-istilah yang keren, misalkan pada instrument reksa dana saja kita dikenalkan dengan semua bahasa mewah; subscribtion, redemption, fund fact sheet, prospektus, fund manager dan lain sebagainya.

Namun sebenarnya hal itu tidak membuat pengertian dari kata-kata tersebut sulit, misalnya, subscribtion sebenarnya sama dengan istilah membeli reksa dana, tidak serumit itu bukan?

Dan tidaklah perlu menjadi orang pintar untuk berinvestasi, berinvestasi pada reksa dana adalah 'menyewa' supir beserta kendaraan dan kita akan diantarkan menuju tempat tujuan.

Sehingga jelas bahwa tidak perlu kita memiliki sebuah kemampuan dalam melihat arah pasar dan memilih perusahaan apa yang akan bertumbuh, sang supir atau pengelola reksa dana yang akan melakukan itu semua!

Bahkan reksa dana yang sudah dapat dimulai dengan nilai investasi Rp 100.000 tersebut juga memiliki pelayanan yang sama baiknya dari manager investasi sehingga sebenarnya sudah sangat mudah terjangkau.

Namun, ada satu alasan lain dari orang yang masih mengurungkan niatnya dalam berinvestasi, bahwa tidak memiliki uang meskipun telah sedemikian terjangkaunya.

Setidaknya kita perlu kembali merenungkan apakah benar kita dengan pendapatan yang dimiliki hari ini tidak memiliki uang? Nampaknya tidak semua demikian adanya, seorang pengemis dijalan beberapa waktu lalupun pernah tertangkap kamera memiliki sebuah gadget yang cukup mumpuni, bagaimana hal itu mungkin?

Manusia cenderung mencari kenikmatan jangka pendek sedangkan investasi adalah sebuah pola dalam meraih kenikmatan masa depan, sehingga hal inilah yang menjadi penyebab mengapa banyak orang 'bela-belain' membeli aneka barang kenikmatan sesaat dan enggan berjuang untuk memiliki investasi untuk masa depannya.

Mulailah melakukan perbuatan yang mulia yaitu dengan berinvestasi bagi masa depan kita, karena tanggung jawab kehidupan kita hari ini adalah tanggung jawab pribadi kita, dan tanggung jawab masa depan atas hidup kita juga menjadi tanggung jawab kita.

Ryan Filbert merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksa dana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis, hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain:Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi, dan Hidden Profit from The Stock Market, Bandarmology , dan Rich Investor from Growing Investment.
Di tahun 2015 Ryan Filbert menerbitkan 2 judul buku terbarunya berjudul Passive Income Strategy dan Gold Trading Revolution. Ryan Filbert juga sering memberikan edukasi dan seminar baik secara independen maupun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).