Reksa Dana di Indonesia dan dunia hingga 2015

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Sebenarnya reksa dana bukan sebuah instrument baru dalam dunia investasi. Bahkan meskipun di Indonesia baru nampak santer dan menggeliat dibeberapa tahun terakhir, sebenarnya reksa dana di Indonesia sudah ada cukup lama.

Reksa dana memulai sejarahnya di Indonesia pada tahun 1976 yang diterbitkan oleh PT Danareksa yang pertama kali bernama sertifikat danareksa. Dan baru pada tahun 1995 reksa dana dibuatkan sebuah peraturan oleh pemerintah dengan peraturan UU no 8 tahun 1995.

Setelah munculnya peraturan tersebut maka reksa dana mulai menggeliat dengan kemunculan pertama dari PT BDNI reksa dana berupa reksa dana tertutup.

Di Indonesia saat ini setidaknya terdapat 86 manager investasi yang memiliki izin untuk mengelola reksa dana, dan terdapat 70 manager investasi yang saat ini telah mengelola reksa dana, per Oktober 2015. Dana yang telah dikelola oleh ke 70 manager investasi itu tercatat kurang lebih sebanyak 247 triliun rupiah.

Terdapat 5 manager investasi teratas dalam pengelolaan dana yaitu PT Schroder Investment Management Indonesia, PT BNP Paribas Investment Partners, PT Mandiri Managemen Investasi, PT Bahana TCW Investment Manajement, dan PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen. Yang menarik adalah bila ke 5 pengelola dana terbesar dijumlahkan dana kelolaannya maka senilai 129 triliun rupiah atau sebesar 52% dari total kelolaan total dari 70 manager investasi yang ada saat ini.

Setiap manager investasi memiliki banyak produk reksa dana, bahkan untuk sebuah jenis reksa dana saham saja bisa lebih dari 1 buah produk dimiliki. Contohnya Manager investasi terbesar PT Schroder Investment Management Indonesia setidaknya mengelola dana dari 27 produk reksa dana dan terdapat 5 reksa dana saham dari 27 reksa dana yang dikelola.

Bila kita memperhatikan komposisi pergerakan dan pertumbuhan dana pada industry reksa dana selama 3 tahun terakhir (data dari Otoritas Jasa Keuangan dengan data setiap bulan November), terlihat jelas bahwa pertumbuhan reksa dana saham konvesional dan reksa dana saham syariah memiliki pertumbuhan yang tipis bahkan mengalami penurunan di tahun 2015 untuk reksa dana syariah saham.

Hal yang menarik bahwa reksa dana terproteksi dari tahun ke tahun semakin membesar, dimana reksa dana terproteksi merupakan sebuah varian reksa dana yang tergolong tidak fleksibel.

Namun pertumbuhan ETF cukup menarik di tahun 2015 karena mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi ditengah pasar saham ditengah Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia secara tahunan masih mengalami koreksi diatas 10%.

Namun dengan keadaan apapun tetap saja dapat kita perhatikan bahwa pertumbuhan reksa dana di Indonesia masih mengalami kenaikan dan menggembirakan karena artinya semakin banyak orang yang sadar dalam sebuah investasi.

Sebagai masyarakat Indonesia kita juga dapat mencontoh negara Amerika yang cukup sukses dengan industri reksa dana nya, bahwa momentum kenaikan industri reksa dana di Amerika adalah ketika terdapatnya aturan mengenai rekening pensiun perorangan. Meski di Indonesia hal itu belum ada, namun dari segi aturan, seharusnya membuat kita lebih yakin bahwa industri reksa dana adalah sebuah industri yang telah membawa Amerika menjadi lebih baik taraf hidupnya dengan membuat para pensiunan hidup lebih baik dan hal ini sudah terbukti.

Mengapa dikatakan sudah terbukti? Karena pertumbuhan dan sepak terjang reksa dana di Amerika sudah dimulai di tahun 1920-an dan tentunya hari ini dapat kita lihat hasilnya.

Industri reksa dana di Amerika saat ini sudah tidak fokus pada pertumbuhan dari pasar di dalam negaranya, berbeda dengan Indonesia yang masih memiliki potensi pertumbuhan begitu besar, fund manager di Amerika memiliki aset investasi di banyak negara termasuk di Indonesia.

Lalu mengapa kita di Indonesia justru masih belum memulai berinvestasi di negara kita sendiri?

Penulis : Ryan Filbert, merupakan praktisi dan inspirator investasi Indonesia. Ryan memulai petualangan dalam investasi dan keuangan semenjak usia 18 tahun. Aneka instrumen dan produk investasi dijalani dan dipraktikkan, mulai dari deposito, obligasi, reksa dana, saham, options, ETF, CFD, forex, bisnis, hingga properti. Semenjak 2012, Ryan mulai menuliskan perjalanan dan pengetahuan praktisnya. Buku-buku yang telah ditulis antara lain:Investasi Saham ala Swing Trader Dunia, Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksa Dana, Negative Investment: Kiat Menghindari Kejahatan dalam Dunia Investasi, dan Hidden Profit from The Stock Market, Bandarmology , dan Rich Investor from Growing Investment.
Di tahun 2015 Ryan Filbert menerbitkan 2 judul buku terbarunya berjudul Passive Income Strategy dan Gold Trading Revolution. Ryan Filbert juga sering memberikan edukasi dan seminar baik secara independen maupun bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).